Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading

Tes EEG pada Epilepsi

eeg pada kejang epilepsi
Bila anak anda pernah mengalami kejang lebih dari satu kali, baik kejang demam maupun kejang tanpa demam, pasti pernah diminta untuk melakukan tes EEG oleh dokter. Shita juga diminta melakukan tes EEG karena kejang tanpa demam berulang kali. Bahkan hingga saat tulisan ini dibuat, Shita sudah 4x melakukan tes EEG. Sebenarnya apa sih EEG? Seberapa penting melakukan EEG tersebut? Continue reading

Kurus Langsing Setelah Melahirkan

kurus menurunkan berat badanKembali kurus langsing singset adalah masalah klasik ibu-ibu yang baru melahirkan, ibu-ibu menyusui, bahkan ibu-ibu yang anaknya sudah umur 5 tahun!! Saya juga sempat mengalami hal yang sama dengan banyak sekali ibu-ibu di seluruh dunia (hehe… rada lebay).

Sebenarnya bobot saya tidak naik terlalu banyak saat hamil, lebih banyak disedot dedek bayi di perut. Sampai-sampai disuruh diet gula sama pak dan bu dokter, supaya dedek bayi tidak terlalu berat dan saya sukses melahirkan secara normal.

Seperti apa diet gula?  Continue reading

Tongue Tie dan Lip Tie

tongue tie dan lip tie pada bayiSejak Shita usia 1 bulan, dokter anak yang menangani Shita, dr. AAA Indah Pratiwi, selalu mengatakan kalau penambahan berat badan Shita kurang banyak. Padahal frekuensi menyusui cukup, tiap 2-3 jam sekali. Buang air kecil juga cukup, 6-8 kali sehari. Shita juga sangat-sangat aktif. Sudah bertemu konselor laktasi juga, dinilai posisi pelekatan saat menyusui (latch on) sudah bagus. Hanya diajari pijat payudara supaya produksi ASI lebih lancar. Makanya tidak pernah khawatir berlebihan. Tapi karena dr. Iin rajin mengingatkan, lama-lama kepikiran juga. Maklumlah anak pertama, anak yang ditunggu-tunggu pula. Continue reading

Berat Badan Kurang dan Diagnosa Gagal Tumbuh

berat badan bayi yang gagal tumbuhSejak usia 1 bulan, berat badan Shita naiknya irit. Pasti naik sih, tapi naiknya kurang banyak. Sudah berbagai cara dilakukan untuk menaikkan berat badannya secara signifikan. Dari rajin perah ASI, mulai konsultasi dengan konselor laktasi, sampai tali lidah dan tali bibir diinsisi karena didiagnosa tongue tie dan lip tie (baca: Tongue Tie dan Lip Tie). Akan tetapi tetap saja berat badan Shita naiknya sedikit-sedikit.  Continue reading

Anakku Kejang! (3)

kejang epilepsi
Pendahuluan:

Sejak Shita mulai kejang dan didiagnosa epilepsi oleh dokter pada usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), Shita harus konsumsi obat setiap hari untuk mengendalikan kejangnya. Senang rasanya ketika melihat kejang Shita mulai berkurang, sampai akhirnya benar-benar terkendali. Akan tetapi, setelah 3 bulan berlalu tanpa kejang sama sekali, pada awal Februari 2015, tiba-tiba Shita kejang lagi (baca: Anakku Kejang! (2)). Sejak saat itu, Shita kejang setiap hari, 2 hingga 3 kali sehari, dengan durasi waktu lebih lama dari sebelumnya. Continue reading

Anakku Kejang! (2)

kejang dan epilepsiSekarang saya mau lanjut cerita tentang kejangnya Shita. Buat yang belum tahu bagaimana awalnya ketahuan kalau Shita kejang dan didiagnosa epilepsi bisa baca: Anakku Kejang!

Setelah mulai pengobatan, di bulan September 2014, sedikit demi sedikit dosis obat ditambah oleh dokter. Kalau masih ada kejang dalam waktu seminggu, dosis naik lagi. Di bulan Oktober 2014, dokter memutuskan menambahkan obat Keppra untuk membantu mengendalikan kejangnya. Continue reading

Anakku Kejang!

shita bunga kambojaSaya tidak pernah menyaksikan orang yang sedang kejang secara langsung di depan mata. Sementara gambaran orang kejang di televisi (khususnya pada acara sinetron) sangat menakutkan. Badan bergerak-gerak tanpa bisa dikendalikan, kadang mulut sampai berbusa. Padahal kejang tidak selalu seperti itu. Ternyata banyak jenis kejang yang tidak seheboh gambaran tersebut, walaupun akibatnya pada otak sama berbahayanya. Karena itu di awal-awal Shita mulai kejang, saya tidak menyadarinya. Continue reading

Memilih Jenis Kelamin Bayi

memilih jenis kelamBanyak yang bilang kalau melalui program bayi tabung, kita bisa memilih jenis kelamin bayi. Akan tetapi, karena ini adalah program untuk anak pertama, ya tidak perlu pilih-pilih dulu lah… kalau berhasil saja sudah sangat bersyukur.

Sebagai orang Bali, tidak bisa dipungkiri, harapan untuk memiliki anak laki-laki sangat besar. Secara adat, anak laki-laki itu tidak sekedar pewaris, tapi juga yang diserahi tanggung jawab mengurus rumah dan tanah keluarga. Jadi jangan heran kalau suami sangat menginginkan anak laki-laki. Apalagi dengan latar belakang tiga bersaudara semua laki-laki, ditambah keponakan dari kakaknya juga laki-laki. Kalau saya, laki-laki atau perempuan sama saja, yang penting sehat dan selamat. Continue reading

Melahirkan di Rumah (Homebirth) Bagian 1

ibu hamilBuat sebagian besar orang, khususnya yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, melahirkan di rumah adalah sesuatu yang aneh. Bagaimana kalau kenapa-kenapa? Siapa yang bantu? Kan tidak steril? Dan sederet keraguan lainnya. Tapi buat saya, konsep melahirkan di rumah justru hal yang saya idam-idamkan.

Semua berawal baca-baca soal gentle birth. Maklum, saya tidak bekerja, jadi saat hamil ya kerjanya cari info di internet soal hamil, melahirkan, dan perawatan bayi baru lahir. Gampangnya, gentle birth itu adalah melahirkan secara nyaman dan tentunya aman, baik buat bayi maupun ibunya. Bukan berarti gentle birth harus melahirkan di rumah ya. Melahirkan secara cesar pun tetap bisa jadi gentle birth kok. Kalau mau tahu lebih detil soal gentle birth, bisa gabung grup Gentle Birth Untuk Semua di facebook. Continue reading