Tag Archives: tes EEG

Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang! (4)

shita kejang epilepsiAkhirnya mulai menulis lagi, setelah beberapa lama belum ada mood buat nulis. Ini juga karena ditodong buat menulis kelanjutan cerita epilepsinya Shita. Untuk yang ingin baca ceritanya dari awal, baca: Anakku Kejang!

Setelah konsultasi dengan Prof. Ong Hian Tat di National University Hospital (NUH), Singapura pada bulan April 2015, kejang Shita berangsur-angsur berkurang. Awalnya konsultasi sebulan sekali, kemudian menjadi 3 bulan sekali.

Kalau ditanya, apa bedanya antara konsultasi dengan dokter di Indonesia dan dokter di Singapura? Continue reading

Incoming search terms:

Tes EEG pada Epilepsi

eeg pada kejang epilepsi
Bila anak anda pernah mengalami kejang lebih dari satu kali, baik kejang demam maupun kejang tanpa demam, pasti pernah diminta untuk melakukan tes EEG oleh dokter. Shita juga diminta melakukan tes EEG karena kejang tanpa demam berulang kali. Bahkan hingga saat tulisan ini dibuat, Shita sudah 4x melakukan tes EEG. Sebenarnya apa sih EEG? Seberapa penting melakukan EEG tersebut? Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang! (3)

kejang epilepsi
Pendahuluan:

Sejak Shita mulai kejang dan didiagnosa epilepsi oleh dokter pada usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), Shita harus konsumsi obat setiap hari untuk mengendalikan kejangnya. Senang rasanya ketika melihat kejang Shita mulai berkurang, sampai akhirnya benar-benar terkendali. Akan tetapi, setelah 3 bulan berlalu tanpa kejang sama sekali, pada awal Februari 2015, tiba-tiba Shita kejang lagi (baca: Anakku Kejang! (2)). Sejak saat itu, Shita kejang setiap hari, 2 hingga 3 kali sehari, dengan durasi waktu lebih lama dari sebelumnya. Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang!

shita bunga kambojaSaya tidak pernah menyaksikan orang yang sedang kejang secara langsung di depan mata. Sementara gambaran orang kejang di televisi (khususnya pada acara sinetron) sangat menakutkan. Badan bergerak-gerak tanpa bisa dikendalikan, kadang mulut sampai berbusa. Padahal kejang tidak selalu seperti itu. Ternyata banyak jenis kejang yang tidak seheboh gambaran tersebut, walaupun akibatnya pada otak sama berbahayanya. Karena itu di awal-awal Shita mulai kejang, saya tidak menyadarinya. Continue reading

Incoming search terms: