Tag Archives: epilepsi

Hidup Bersama Epilepsi (2)

hidup bersama epilepsiSeperti yang sudah saya sampaikan pada posting sebelumnya (klik disini), hidup bersama epilepsi itu bukanlah hal yang mudah. Namun saya percaya, Tuhan memberikan tantangan dalam hidup bukan untuk menjerumuskan, melainkan mengasah kemampuan kita supaya bisa hidup lebih baik dan lebih berkualitas. Betul kan?

Memang apa sih hikmah di balik epilepsi ini? Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang! (4)

shita kejang epilepsiAkhirnya mulai menulis lagi, setelah beberapa lama belum ada mood buat nulis. Ini juga karena ditodong buat menulis kelanjutan cerita epilepsinya Shita. Untuk yang ingin baca ceritanya dari awal, baca: Anakku Kejang!

Setelah konsultasi dengan Prof. Ong Hian Tat di National University Hospital (NUH), Singapura pada bulan April 2015, kejang Shita berangsur-angsur berkurang. Awalnya konsultasi sebulan sekali, kemudian menjadi 3 bulan sekali.

Kalau ditanya, apa bedanya antara konsultasi dengan dokter di Indonesia dan dokter di Singapura? Continue reading

Incoming search terms:

Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading

Incoming search terms:

Tes EEG pada Epilepsi

eeg pada kejang epilepsi
Bila anak anda pernah mengalami kejang lebih dari satu kali, baik kejang demam maupun kejang tanpa demam, pasti pernah diminta untuk melakukan tes EEG oleh dokter. Shita juga diminta melakukan tes EEG karena kejang tanpa demam berulang kali. Bahkan hingga saat tulisan ini dibuat, Shita sudah 4x melakukan tes EEG. Sebenarnya apa sih EEG? Seberapa penting melakukan EEG tersebut? Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang! (3)

kejang epilepsi
Pendahuluan:

Sejak Shita mulai kejang dan didiagnosa epilepsi oleh dokter pada usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), Shita harus konsumsi obat setiap hari untuk mengendalikan kejangnya. Senang rasanya ketika melihat kejang Shita mulai berkurang, sampai akhirnya benar-benar terkendali. Akan tetapi, setelah 3 bulan berlalu tanpa kejang sama sekali, pada awal Februari 2015, tiba-tiba Shita kejang lagi (baca: Anakku Kejang! (2)). Sejak saat itu, Shita kejang setiap hari, 2 hingga 3 kali sehari, dengan durasi waktu lebih lama dari sebelumnya. Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang! (2)

kejang dan epilepsiSekarang saya mau lanjut cerita tentang kejangnya Shita. Buat yang belum tahu bagaimana awalnya ketahuan kalau Shita kejang dan didiagnosa epilepsi bisa baca: Anakku Kejang!

Setelah mulai pengobatan, di bulan September 2014, sedikit demi sedikit dosis obat ditambah oleh dokter. Kalau masih ada kejang dalam waktu seminggu, dosis naik lagi. Di bulan Oktober 2014, dokter memutuskan menambahkan obat Keppra untuk membantu mengendalikan kejangnya. Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang!

shita bunga kambojaSaya tidak pernah menyaksikan orang yang sedang kejang secara langsung di depan mata. Sementara gambaran orang kejang di televisi (khususnya pada acara sinetron) sangat menakutkan. Badan bergerak-gerak tanpa bisa dikendalikan, kadang mulut sampai berbusa. Padahal kejang tidak selalu seperti itu. Ternyata banyak jenis kejang yang tidak seheboh gambaran tersebut, walaupun akibatnya pada otak sama berbahayanya. Karena itu di awal-awal Shita mulai kejang, saya tidak menyadarinya. Continue reading

Incoming search terms: