Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

inisiasi menyusu dini IMD
Dalam beberapa tahun terakhir, mulai digaungkan pentingnya inisiasi menyusu dini atau IMD saat awal kelahiran bayi. Namun masih banyak perbedaan pandangan tentang pelaksanaan IMD yang benar. Ada yang menganggap asalkan bayi baru lahir langsung diletakkan di dada ibunya selama 5 menit saja, itu sudah disebut IMD. Ada lagi yang mengatakan, minimal 30 menit bayi diletakkan di dada ibu. Tapi lebih banyak lagi yang belum mempraktekkan IMD dengan alasan nanti bayinya kedinginan. Sebenarnya bagaimana pelaksanaan IMD yang benar? Apa saja manfaatnya? Continue reading

Metode Glenn Doman Untuk Tumbuh Kembang

glenn domanDi tulisan sebelumnya, saya sudah bercerita tentang perkenalan saya dengan metode Glenn Doman (ceritanya di sini). Mengapa saya sebut metode Glenn Doman? Karena opa Glenn Domanlah yang mengembangkan metode-metode ini, bersama staf-staf di Institute of the Achievement of Human Potential (IAHP). Saya suka cara berpikir Glenn Doman terhadap anak-anak spesial dengan cidera otak, bahwa mereka sebenarnya luar biasa cerdas. Dengan stimulasi dan rangsangan yang tepat, mereka bisa menyamai, bahkan melebihi kemampuan anak normal lain seusia mereka. Tidak ada kata tidak mungkin, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata menyerah, dalam menghadapi anak spesial.

Hal ini yang menyebabkan saya penasaran untuk mempelajari lebih jauh tentang metode ini dengan mengikuti kursus singkatnya selama 5 hari penuh. Kalau ada yang bilang orang tua yang mengikuti kursus ini seperti dicuci otaknya, hm… mungkin memang iya hehe… Karena setelah pulang, saya punya cara pandang yang baru terhadap Shita anak saya. Continue reading

Terapi di Fisioterapi Seruni

fisioterapi seruniPerjalanan terapi Shita lumayan panjang. Sejak usia 6 bulan saya mulai menyadari bahwa Shita mengalami delay tumbuh kembang (Baca: Delay Atau Keterlambatan Tumbuh Kembang). Sangat mungkin ini berkorelasi dengan kejang dan diagnosa epilepsi yang diterima Shita (baca: Anakku Kejang!).

Shita pertama kali fisioterapi di usia 8 bulan. Waktu itu fisioterapinya hanya 2 bulan saja, karena kejangnya kambuh lagi setiap hari. Setelah itu, saya memutuskan untuk latihan di rumah saja menggunakan metode Glenn Doman dengan program yang saya rancang sendiri untuk Shita (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang). Continue reading

Obat Kejangnya Cocok Atau Tidak?

obat anti epilepsi OAEBanyak yang curhat dengan nada sedikit panik ke saya. “Anak saya kok jadi gampang marah ya? Apakah gara-gara obat?” Atau begini, “Anak saya demam, apa efek samping obat ya?” Ada juga yang seperti ini, “Anak saya batuk-batuk, jangan-jangan ga cocok sama obatnya?”

Bagaimana sih caranya supaya tahu obat anti epilepsi (OAE) yang dikonsumsi itu cocok atau tidak?

Jujur saya tidak bisa menjawab secara pasti. Saya bukan dokter, hanya seorang ibu dari anak epilepsi (baca: Anakku Kejang!). Dokter pun belum tentu bisa menjawab secara pasti, karena reaksi obat pada masing-masing orang berbeda. Saya cerita berdasarkan pengalaman saya dan Shita saja ya…

Continue reading

Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang

tumbuh kembangShita mengalami delay atau keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Tanpa diagnosa dari dokter spesialis tumbuh kembang anak pun, sudah terlihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan Shita tidak seperti anak lain seusianya. Di usianya yang sudah 2,5 tahun, badannya masih terlihat mungil seperti anak usia setahun. Belum bisa berdiri sendiri, apalagi jalan dan lari-lari. Bagaimana awal mulanya? Continue reading

Anakku Kejang! (4)

shita kejang epilepsiAkhirnya mulai menulis lagi, setelah beberapa lama belum ada mood buat nulis. Ini juga karena ditodong buat menulis kelanjutan cerita epilepsinya Shita. Untuk yang ingin baca ceritanya dari awal, baca: Anakku Kejang!

Setelah konsultasi dengan Prof. Ong Hian Tat di National University Hospital (NUH), Singapura pada bulan April 2015, kejang Shita berangsur-angsur berkurang. Awalnya konsultasi sebulan sekali, kemudian menjadi 3 bulan sekali.

Kalau ditanya, apa bedanya antara konsultasi dengan dokter di Indonesia dan dokter di Singapura? Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading

Tes EEG pada Epilepsi

eeg pada kejang epilepsi
Bila anak anda pernah mengalami kejang lebih dari satu kali, baik kejang demam maupun kejang tanpa demam, pasti pernah diminta untuk melakukan tes EEG oleh dokter. Shita juga diminta melakukan tes EEG karena kejang tanpa demam berulang kali. Bahkan hingga saat tulisan ini dibuat, Shita sudah 4x melakukan tes EEG. Sebenarnya apa sih EEG? Seberapa penting melakukan EEG tersebut? Continue reading

Kurus Langsing Setelah Melahirkan

kurus menurunkan berat badanKembali kurus langsing singset adalah masalah klasik ibu-ibu yang baru melahirkan, ibu-ibu menyusui, bahkan ibu-ibu yang anaknya sudah umur 5 tahun!! Saya juga sempat mengalami hal yang sama dengan banyak sekali ibu-ibu di seluruh dunia (hehe… rada lebay).

Sebenarnya bobot saya tidak naik terlalu banyak saat hamil, lebih banyak disedot dedek bayi di perut. Sampai-sampai disuruh diet gula sama pak dan bu dokter, supaya dedek bayi tidak terlalu berat dan saya sukses melahirkan secara normal.

Seperti apa diet gula?  Continue reading