Obat Kejangnya Cocok Atau Tidak?

obat anti epilepsi OAEBanyak yang curhat dengan nada sedikit panik ke saya. “Anak saya kok jadi gampang marah ya? Apakah gara-gara obat?” Atau begini, “Anak saya demam, apa efek samping obat ya?” Ada juga yang seperti ini, “Anak saya batuk-batuk, jangan-jangan ga cocok sama obatnya?”

Bagaimana sih caranya supaya tahu obat anti epilepsi (OAE) yang dikonsumsi itu cocok atau tidak?

Jujur saya tidak bisa menjawab secara pasti. Saya bukan dokter, hanya seorang ibu dari anak epilepsi (baca: Anakku Kejang!). Dokter pun belum tentu bisa menjawab secara pasti, karena reaksi obat pada masing-masing orang berbeda. Saya cerita berdasarkan pengalaman saya dan Shita saja ya…

Continue reading

Resensi Film: We Bought A Zoo

… We bought a zoo

Film We Bought a ZooApa sih yang dipikirkan orang sebelum membeli sebuah kebun binatang? Karena penyayang binatang? Pelestari lingkungan? Atau demi keuntungan bisnis?

Inilah yang menarik dari film We Bought a Zoo, film yang diambil dari kisah nyata. Film ini dibintangi oleh Matt Damon dan Scarlett Johansson. Ceritanya berawal dari rusuhnya keseharian Benjamin Mee, seorang duda dengan 2 orang anak, yang istrinya baru saja meninggal. Puncaknya adalah ketika anak lelakinya, Dylan, berusia 13 tahun, dikeluarkan dari sekolah karena mencuri. Benjamin memutuskan, ini saatnya memulai hidup baru, yang diawali dengan mencari rumah baru. Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (2)

hidup bersama epilepsiSeperti yang sudah saya sampaikan pada posting sebelumnya (klik disini), hidup bersama epilepsi itu bukanlah hal yang mudah. Namun saya percaya, Tuhan memberikan tantangan dalam hidup bukan untuk menjerumuskan, melainkan mengasah kemampuan kita supaya bisa hidup lebih baik dan lebih berkualitas. Betul kan?

Memang apa sih hikmah di balik epilepsi ini? Continue reading

Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Gula Untuk Kesehatan

gula untuk kesehatanGula adalah bahan makanan yang disukai semua orang, tua muda, miskin kaya. Banyak yang bilang, kalau lagi stres, maka makanlah yang manis. Hati lebih tenang stres pun hilang. Atau istilah kerennya, makanan manis itu comforting food. Saat bulan puasa pun sering kita dengar himbauan “berbukalah dengan yang manis”. Supaya manis, pastinya pakai gula dong. Tak heran sebagian besar makanan kita pasti mengandung gula.

Jadi sebenarnya, gula itu baik atau tidak untuk kesehatan? Continue reading

Terapi di Fisioterapi Seruni

fisioterapi seruniPerjalanan terapi Shita lumayan panjang. Sejak usia 6 bulan saya mulai menyadari bahwa Shita mengalami delay tumbuh kembang (Baca: Delay Atau Keterlambatan Tumbuh Kembang). Sangat mungkin ini berkorelasi dengan kejang dan diagnosa epilepsi yang diterima Shita (baca: Anakku Kejang!).

Shita pertama kali fisioterapi di usia 8 bulan. Waktu itu fisioterapinya hanya 2 bulan saja, karena kejangnya kambuh lagi setiap hari. Setelah itu, saya memutuskan untuk latihan di rumah saja menggunakan metode Glenn Doman dengan program yang saya rancang sendiri untuk Shita (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang). Continue reading

Shita Diliput NET TV

anak epilepsi net tvSuatu hari, seorang reporter NET TV menghubungi saya, mengatakan minta waktu untuk meliput saya dan Shita. Awalnya kaget… kok saya? Siapalah saya? Kalo Shita sih memang anak yang luar biasa…

Saya konfirmasi ke teman yang merupakan produser NET12 di NET TV. Ternyata liputan ini untuk acara NET12. Walaupun ini program berita, tapi ada segmen parenting di akhir acara. Dia tertarik dengan pengalaman saya mengasuh Shita yang didiagnosa epilepsi sejak usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), dan menggunakan metode Glenn Doman untuk mengejar tumbuh kembangnya yang terlambat (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang).

Merawat anak dengan epilepsi, ditambah lagi dengan delay tumbuh kembang (baca: Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang), tentu penuh tantangan, sekaligus membawa berkah tersendiri (baca: Hidup Bersama Epilepsi). Membaca atau mendengar kisah perjuangan orang tua lain dengan tantangan yang serupa, selalu memberi inspirasi buat saya, untuk terus semangat dan penuh harapan. Oleh karena itu, saya pun setuju. Ini menjadi salah satu cara saya berbagi cerita dan pengalaman, selain melalui blog. Continue reading

Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang

tumbuh kembangShita mengalami delay atau keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Tanpa diagnosa dari dokter spesialis tumbuh kembang anak pun, sudah terlihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan Shita tidak seperti anak lain seusianya. Di usianya yang sudah 2,5 tahun, badannya masih terlihat mungil seperti anak usia setahun. Belum bisa berdiri sendiri, apalagi jalan dan lari-lari. Bagaimana awal mulanya? Continue reading

Anakku Kejang! (4)

shita kejang epilepsiAkhirnya mulai menulis lagi, setelah beberapa lama belum ada mood buat nulis. Ini juga karena ditodong buat menulis kelanjutan cerita epilepsinya Shita. Untuk yang ingin baca ceritanya dari awal, baca: Anakku Kejang!

Setelah konsultasi dengan Prof. Ong Hian Tat di National University Hospital (NUH), Singapura pada bulan April 2015, kejang Shita berangsur-angsur berkurang. Awalnya konsultasi sebulan sekali, kemudian menjadi 3 bulan sekali.

Kalau ditanya, apa bedanya antara konsultasi dengan dokter di Indonesia dan dokter di Singapura? Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading