Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (2)

hidup bersama epilepsiSeperti yang sudah saya sampaikan pada posting sebelumnya (klik disini), hidup bersama epilepsi itu bukanlah hal yang mudah. Namun saya percaya, Tuhan memberikan tantangan dalam hidup bukan untuk menjerumuskan, melainkan mengasah kemampuan kita supaya bisa hidup lebih baik dan lebih berkualitas. Betul kan?

Memang apa sih hikmah di balik epilepsi ini? Continue reading

Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang

tumbuh kembangShita mengalami delay atau keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Tanpa diagnosa dari dokter spesialis tumbuh kembang anak pun, sudah terlihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan Shita tidak seperti anak lain seusianya. Di usianya yang sudah 2,5 tahun, badannya masih terlihat mungil seperti anak usia setahun. Belum bisa berdiri sendiri, apalagi jalan dan lari-lari. Bagaimana awal mulanya? Continue reading

Anakku Kejang! (4)

shita kejang epilepsiAkhirnya mulai menulis lagi, setelah beberapa lama belum ada mood buat nulis. Ini juga karena ditodong buat menulis kelanjutan cerita epilepsinya Shita. Untuk yang ingin baca ceritanya dari awal, baca: Anakku Kejang!

Setelah konsultasi dengan Prof. Ong Hian Tat di National University Hospital (NUH), Singapura pada bulan April 2015, kejang Shita berangsur-angsur berkurang. Awalnya konsultasi sebulan sekali, kemudian menjadi 3 bulan sekali.

Kalau ditanya, apa bedanya antara konsultasi dengan dokter di Indonesia dan dokter di Singapura? Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading

Tes EEG pada Epilepsi

eeg pada kejang epilepsi
Bila anak anda pernah mengalami kejang lebih dari satu kali, baik kejang demam maupun kejang tanpa demam, pasti pernah diminta untuk melakukan tes EEG oleh dokter. Shita juga diminta melakukan tes EEG karena kejang tanpa demam berulang kali. Bahkan hingga saat tulisan ini dibuat, Shita sudah 4x melakukan tes EEG. Sebenarnya apa sih EEG? Seberapa penting melakukan EEG tersebut? Continue reading

Kurus Langsing Setelah Melahirkan

kurus menurunkan berat badanKembali kurus langsing singset adalah masalah klasik ibu-ibu yang baru melahirkan, ibu-ibu menyusui, bahkan ibu-ibu yang anaknya sudah umur 5 tahun!! Saya juga sempat mengalami hal yang sama dengan banyak sekali ibu-ibu di seluruh dunia (hehe… rada lebay).

Sebenarnya bobot saya tidak naik terlalu banyak saat hamil, lebih banyak disedot dedek bayi di perut. Sampai-sampai disuruh diet gula sama pak dan bu dokter, supaya dedek bayi tidak terlalu berat dan saya sukses melahirkan secara normal.

Seperti apa diet gula?  Continue reading

Tongue Tie dan Lip Tie

tongue tie dan lip tie pada bayiSejak Shita usia 1 bulan, dokter anak yang menangani Shita, dr. AAA Indah Pratiwi, selalu mengatakan kalau penambahan berat badan Shita kurang banyak. Padahal frekuensi menyusui cukup, tiap 2-3 jam sekali. Buang air kecil juga cukup, 6-8 kali sehari. Shita juga sangat-sangat aktif. Sudah bertemu konselor laktasi juga, dinilai posisi pelekatan saat menyusui (latch on) sudah bagus. Hanya diajari pijat payudara supaya produksi ASI lebih lancar. Makanya tidak pernah khawatir berlebihan. Tapi karena dr. Iin rajin mengingatkan, lama-lama kepikiran juga. Maklumlah anak pertama, anak yang ditunggu-tunggu pula. Continue reading

Berat Badan Kurang dan Diagnosa Gagal Tumbuh

berat badan bayi yang gagal tumbuhSejak usia 1 bulan, berat badan Shita naiknya irit. Pasti naik sih, tapi naiknya kurang banyak. Sudah berbagai cara dilakukan untuk menaikkan berat badannya secara signifikan. Dari rajin perah ASI, mulai konsultasi dengan konselor laktasi, sampai tali lidah dan tali bibir diinsisi karena didiagnosa tongue tie dan lip tie (baca: Tongue Tie dan Lip Tie). Akan tetapi tetap saja berat badan Shita naiknya sedikit-sedikit.  Continue reading

Anakku Kejang! (3)

kejang epilepsi
Pendahuluan:

Sejak Shita mulai kejang dan didiagnosa epilepsi oleh dokter pada usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), Shita harus konsumsi obat setiap hari untuk mengendalikan kejangnya. Senang rasanya ketika melihat kejang Shita mulai berkurang, sampai akhirnya benar-benar terkendali. Akan tetapi, setelah 3 bulan berlalu tanpa kejang sama sekali, pada awal Februari 2015, tiba-tiba Shita kejang lagi (baca: Anakku Kejang! (2)). Sejak saat itu, Shita kejang setiap hari, 2 hingga 3 kali sehari, dengan durasi waktu lebih lama dari sebelumnya. Continue reading