Category Archives: Uncategorized

Resensi Film: We Bought A Zoo

… We bought a zoo

Film We Bought a ZooApa sih yang dipikirkan orang sebelum membeli sebuah kebun binatang? Karena penyayang binatang? Pelestari lingkungan? Atau demi keuntungan bisnis?

Inilah yang menarik dari film We Bought a Zoo, film yang diambil dari kisah nyata. Film ini dibintangi oleh Matt Damon dan Scarlett Johansson. Ceritanya berawal dari rusuhnya keseharian Benjamin Mee, seorang duda dengan 2 orang anak, yang istrinya baru saja meninggal. Puncaknya adalah ketika anak lelakinya, Dylan, berusia 13 tahun, dikeluarkan dari sekolah karena mencuri. Benjamin memutuskan, ini saatnya memulai hidup baru, yang diawali dengan mencari rumah baru. Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (2)

hidup bersama epilepsiSeperti yang sudah saya sampaikan pada posting sebelumnya (klik disini), hidup bersama epilepsi itu bukanlah hal yang mudah. Namun saya percaya, Tuhan memberikan tantangan dalam hidup bukan untuk menjerumuskan, melainkan mengasah kemampuan kita supaya bisa hidup lebih baik dan lebih berkualitas. Betul kan?

Memang apa sih hikmah di balik epilepsi ini? Continue reading

Gula Untuk Kesehatan

gula untuk kesehatanGula adalah bahan makanan yang disukai semua orang, tua muda, miskin kaya. Banyak yang bilang, kalau lagi stres, maka makanlah yang manis. Hati lebih tenang stres pun hilang. Atau istilah kerennya, makanan manis itu comforting food. Saat bulan puasa pun sering kita dengar himbauan “berbukalah dengan yang manis”. Supaya manis, pastinya pakai gula dong. Tak heran sebagian besar makanan kita pasti mengandung gula.

Jadi sebenarnya, gula itu baik atau tidak untuk kesehatan? Continue reading

Terapi di Fisioterapi Seruni

fisioterapi seruniPerjalanan terapi Shita lumayan panjang. Sejak usia 6 bulan saya mulai menyadari bahwa Shita mengalami delay tumbuh kembang (Baca: Delay Atau Keterlambatan Tumbuh Kembang). Sangat mungkin ini berkorelasi dengan kejang dan diagnosa epilepsi yang diterima Shita (baca: Anakku Kejang!).

Shita pertama kali fisioterapi di usia 8 bulan. Waktu itu fisioterapinya hanya 2 bulan saja, karena kejangnya kambuh lagi setiap hari. Setelah itu, saya memutuskan untuk latihan di rumah saja menggunakan metode Glenn Doman dengan program yang saya rancang sendiri untuk Shita (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang). Continue reading

Diet Ketogenik Pada Epilepsi

diet ketogenikSalah satu terapi alternatif untuk penderita epilepsi yang diterima kalangan medis adalah diet ketogenik. Diet ini bekerja dengan memanipulasi proses kimia dalam tubuh melalui diet super ketat. Diet ini sudah ada sejak tahun 1920an dan menjadi terapi yang paling efektif dalam mencegah kejang pada anak penderita epilepsi. Namun sejak obat anti kejang semakin mudah didapat pada tahun 1940an, diet ketogenik tidak lagi menjadi pilihan pertama terapi bagi penderita epilepsi, bahkan semakin jarang direkomendasikan oleh dokter. Continue reading

Incoming search terms:

Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Incoming search terms:

Anak Susah Makan, Berat Badan Kurang, Solusinya?

Shita makan sayur bersama nenek.

Shita makan sayur bersama nenek.

Beberapa waktu lalu, ada diskusi menarik dan tema yang seksi di Milis Sehat, yaitu soal berat badan anak yang dianggap kurang. Bisa dianggap kurang oleh ibunya, oleh neneknya, oleh tetangganya, atau oleh dokter anaknya. Dan percayalah, tema seksi ini paling jitu bikin galau para ibu-ibu, termasuk saya tentunya hehe… Dari sekian banyak curhatan dan saran, saya suka banget sama jawabannya dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K). Saya share disini yaaa…. Continue reading

Incoming search terms:

Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang

tumbuh kembangShita mengalami delay atau keterlambatan dalam tumbuh kembangnya. Tanpa diagnosa dari dokter spesialis tumbuh kembang anak pun, sudah terlihat bahwa pertumbuhan dan perkembangan Shita tidak seperti anak lain seusianya. Di usianya yang sudah 2,5 tahun, badannya masih terlihat mungil seperti anak usia setahun. Belum bisa berdiri sendiri, apalagi jalan dan lari-lari. Bagaimana awal mulanya? Continue reading

Incoming search terms:

Anakku Kejang! (4)

shita kejang epilepsiAkhirnya mulai menulis lagi, setelah beberapa lama belum ada mood buat nulis. Ini juga karena ditodong buat menulis kelanjutan cerita epilepsinya Shita. Untuk yang ingin baca ceritanya dari awal, baca: Anakku Kejang!

Setelah konsultasi dengan Prof. Ong Hian Tat di National University Hospital (NUH), Singapura pada bulan April 2015, kejang Shita berangsur-angsur berkurang. Awalnya konsultasi sebulan sekali, kemudian menjadi 3 bulan sekali.

Kalau ditanya, apa bedanya antara konsultasi dengan dokter di Indonesia dan dokter di Singapura? Continue reading

Incoming search terms:

Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading

Incoming search terms: