Category Archives: Uncategorized

Resensi Film: We Bought A Zoo

… We bought a zoo

Film We Bought a ZooApa sih yang dipikirkan orang sebelum membeli sebuah kebun binatang? Karena penyayang binatang? Pelestari lingkungan? Atau demi keuntungan bisnis?

Inilah yang menarik dari film We Bought a Zoo, film yang diambil dari kisah nyata. Film ini dibintangi oleh Matt Damon dan Scarlett Johansson. Ceritanya berawal dari rusuhnya keseharian Benjamin Mee, seorang duda dengan 2 orang anak, yang istrinya baru saja meninggal. Puncaknya adalah ketika anak lelakinya, Dylan, berusia 13 tahun, dikeluarkan dari sekolah karena mencuri. Benjamin memutuskan, ini saatnya memulai hidup baru, yang diawali dengan mencari rumah baru. Continue reading

Metode Glenn Doman Untuk Tumbuh Kembang

glenn domanDi tulisan sebelumnya, saya sudah bercerita tentang perkenalan saya dengan metode Glenn Doman (ceritanya di sini). Mengapa saya sebut metode Glenn Doman? Karena opa Glenn Domanlah yang mengembangkan metode-metode ini, bersama staf-staf di Institute of the Achievement of Human Potential (IAHP). Saya suka cara berpikir Glenn Doman terhadap anak-anak spesial dengan cidera otak, bahwa mereka sebenarnya luar biasa cerdas. Dengan stimulasi dan rangsangan yang tepat, mereka bisa menyamai, bahkan melebihi kemampuan anak normal lain seusia mereka. Tidak ada kata tidak mungkin, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata menyerah, dalam menghadapi anak spesial.

Hal ini yang menyebabkan saya penasaran untuk mempelajari lebih jauh tentang metode ini dengan mengikuti kursus singkatnya selama 5 hari penuh. Kalau ada yang bilang orang tua yang mengikuti kursus ini seperti dicuci otaknya, hm… mungkin memang iya hehe… Karena setelah pulang, saya punya cara pandang yang baru terhadap Shita anak saya. Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (2)

hidup bersama epilepsiSeperti yang sudah saya sampaikan pada posting sebelumnya (klik disini), hidup bersama epilepsi itu bukanlah hal yang mudah. Namun saya percaya, Tuhan memberikan tantangan dalam hidup bukan untuk menjerumuskan, melainkan mengasah kemampuan kita supaya bisa hidup lebih baik dan lebih berkualitas. Betul kan?

Memang apa sih hikmah di balik epilepsi ini? Continue reading

Gula Untuk Kesehatan

gula untuk kesehatanGula adalah bahan makanan yang disukai semua orang, tua muda, miskin kaya. Banyak yang bilang, kalau lagi stres, maka makanlah yang manis. Hati lebih tenang stres pun hilang. Atau istilah kerennya, makanan manis itu comforting food. Saat bulan puasa pun sering kita dengar himbauan “berbukalah dengan yang manis”. Supaya manis, pastinya pakai gula dong. Tak heran sebagian besar makanan kita pasti mengandung gula.

Jadi sebenarnya, gula itu baik atau tidak untuk kesehatan? Continue reading

Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Melahirkan di Rumah (Homebirth) Bagian 2

melahirkan di rumah (homebirth)Tidak terasa saat-saat persalinan semakin dekat. Persiapan pun sudah semakin matang. Latihan relaksasi dan meditasi semakin sering dilakukan. Mertua sudah siap menemani. Ibu bidan pun sudah siap dihubungi saat sudah mulai kontraksi. Dokter kandungan dan rumah sakit pilihan pun sudah disiapkan, yaitu dr. Okky Oktafandhi di RS Archa Medica, BSD. Continue reading

Shita Diliput NET TV

anak epilepsi net tvSuatu hari, seorang reporter NET TV menghubungi saya, mengatakan minta waktu untuk meliput saya dan Shita. Awalnya kaget… kok saya? Siapalah saya? Kalo Shita sih memang anak yang luar biasa…

Saya konfirmasi ke teman yang merupakan produser NET12 di NET TV. Ternyata liputan ini untuk acara NET12. Walaupun ini program berita, tapi ada segmen parenting di akhir acara. Dia tertarik dengan pengalaman saya mengasuh Shita yang didiagnosa epilepsi sejak usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), dan menggunakan metode Glenn Doman untuk mengejar tumbuh kembangnya yang terlambat (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang).

Merawat anak dengan epilepsi, ditambah lagi dengan delay tumbuh kembang (baca: Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang), tentu penuh tantangan, sekaligus membawa berkah tersendiri (baca: Hidup Bersama Epilepsi). Membaca atau mendengar kisah perjuangan orang tua lain dengan tantangan yang serupa, selalu memberi inspirasi buat saya, untuk terus semangat dan penuh harapan. Oleh karena itu, saya pun setuju. Ini menjadi salah satu cara saya berbagi cerita dan pengalaman, selain melalui blog. Continue reading

Perjuangan Lepas NGT

Di usia 8 bulan, Shita didiagnosa gagal tumbuh. Bagaimana ceritanya Shita bisa sampai mendapatkan diagnosa gagal tumbuh, ada di postingan sebelumnya (baca: Berat Badan Kurang dan Diagnosa Gagal Tumbuh). Ketika dokter menyarankan untuk menggunakan NGT (nasogastric tube), selang yang dimasukkan dari hidung hingga ke lambung untuk membantu konsumsi susu, aku langsung setuju. Rasanya saat itu, NGT adalah solusi terbaik untuk Shita. Dosis minum susunya 8 kali sehari, setiap 3 jam.

Dan… pertambahan berat badannya pun terlihat, pipi dan badannya mulai montok. Sesuatu yang belum pernah terjadi pada Shita sebelumnya. Aku sampai sedia timbangan bayi di rumah, supaya bisa timbang dan memantau berat badannya setiap hari.

Tapi… semakin usia bertambah, target berat badan pun naik. Jadi walau sudah 3 bulan minum sufor lewat NGT, tetap belum tercapai berat badan idealnya, padahal usia Shita sudah 11 bulan. Kapan dong Shita belajar makan dengan benar? Masa mengandalkan sufor terus? Ibunya kembali galau… dan cari third opinion. Continue reading

Diet Ketogenik Pada Epilepsi

diet ketogenikSalah satu terapi alternatif untuk penderita epilepsi yang diterima kalangan medis adalah diet ketogenik. Diet ini bekerja dengan memanipulasi proses kimia dalam tubuh melalui diet super ketat. Diet ini sudah ada sejak tahun 1920an dan menjadi terapi yang paling efektif dalam mencegah kejang pada anak penderita epilepsi. Namun sejak obat anti kejang semakin mudah didapat pada tahun 1940an, diet ketogenik tidak lagi menjadi pilihan pertama terapi bagi penderita epilepsi, bahkan semakin jarang direkomendasikan oleh dokter. Continue reading