Monthly Archives: May 2020

Tips EEG Pada Anak Epilepsi

tes eeg épilepsieMinggu lalu adalah tes EEG Shita yang keenam (baca: Tes EEG Pada Epilepsi). Wuih… ternyata dalam 3 tahun ini Shita sudah menjalani EEG enam kali, bisa dibilang dua kali setahun. Memangnya tes EEG harus dilakukan rutin setiap enam bulan? Tidak juga sebenarnya, tergantung kebutuhan saja. Kejang epilepsi Shita memang agak bandel, jadilah masih harus dipantau terus dan bolak-balik menjalani EEG untuk menentukan terapi yang paling tepat saat itu.

Apa sih yang istimewa dari EEG kali ini? Continue reading

Terapi di Fisioterapi Seruni

fisioterapi seruniPerjalanan terapi Shita lumayan panjang. Sejak usia 6 bulan saya mulai menyadari bahwa Shita mengalami delay tumbuh kembang (Baca: Delay Atau Keterlambatan Tumbuh Kembang). Sangat mungkin ini berkorelasi dengan kejang dan diagnosa epilepsi yang diterima Shita (baca: Anakku Kejang!).

Shita pertama kali fisioterapi di usia 8 bulan. Waktu itu fisioterapinya hanya 2 bulan saja, karena kejangnya kambuh lagi setiap hari. Setelah itu, saya memutuskan untuk latihan di rumah saja menggunakan metode Glenn Doman dengan program yang saya rancang sendiri untuk Shita (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang). Continue reading

Shita Diliput NET TV

anak epilepsi net tvSuatu hari, seorang reporter NET TV menghubungi saya, mengatakan minta waktu untuk meliput saya dan Shita. Awalnya kaget… kok saya? Siapalah saya? Kalo Shita sih memang anak yang luar biasa…

Saya konfirmasi ke teman yang merupakan produser NET12 di NET TV. Ternyata liputan ini untuk acara NET12. Walaupun ini program berita, tapi ada segmen parenting di akhir acara. Dia tertarik dengan pengalaman saya mengasuh Shita yang didiagnosa epilepsi sejak usia 5 bulan (baca: Anakku Kejang!), dan menggunakan metode Glenn Doman untuk mengejar tumbuh kembangnya yang terlambat (baca: Metode Glenn Doman untuk Tumbuh Kembang).

Merawat anak dengan epilepsi, ditambah lagi dengan delay tumbuh kembang (baca: Delay atau Keterlambatan Tumbuh Kembang), tentu penuh tantangan, sekaligus membawa berkah tersendiri (baca: Hidup Bersama Epilepsi). Membaca atau mendengar kisah perjuangan orang tua lain dengan tantangan yang serupa, selalu memberi inspirasi buat saya, untuk terus semangat dan penuh harapan. Oleh karena itu, saya pun setuju. Ini menjadi salah satu cara saya berbagi cerita dan pengalaman, selain melalui blog. Continue reading

Perjuangan Lepas NGT

Di usia 8 bulan, Shita didiagnosa gagal tumbuh. Bagaimana ceritanya Shita bisa sampai mendapatkan diagnosa gagal tumbuh, ada di postingan sebelumnya (baca: Berat Badan Kurang dan Diagnosa Gagal Tumbuh). Ketika dokter menyarankan untuk menggunakan NGT (nasogastric tube), selang yang dimasukkan dari hidung hingga ke lambung untuk membantu konsumsi susu, aku langsung setuju. Rasanya saat itu, NGT adalah solusi terbaik untuk Shita. Dosis minum susunya 8 kali sehari, setiap 3 jam.

Dan… pertambahan berat badannya pun terlihat, pipi dan badannya mulai montok. Sesuatu yang belum pernah terjadi pada Shita sebelumnya. Aku sampai sedia timbangan bayi di rumah, supaya bisa timbang dan memantau berat badannya setiap hari.

Tapi… semakin usia bertambah, target berat badan pun naik. Jadi walau sudah 3 bulan minum sufor lewat NGT, tetap belum tercapai berat badan idealnya, padahal usia Shita sudah 11 bulan. Kapan dong Shita belajar makan dengan benar? Masa mengandalkan sufor terus? Ibunya kembali galau… dan cari third opinion. Continue reading

Diet Ketogenik Pada Epilepsi

diet ketogenikSalah satu terapi alternatif untuk penderita epilepsi yang diterima kalangan medis adalah diet ketogenik. Diet ini bekerja dengan memanipulasi proses kimia dalam tubuh melalui diet super ketat. Diet ini sudah ada sejak tahun 1920an dan menjadi terapi yang paling efektif dalam mencegah kejang pada anak penderita epilepsi. Namun sejak obat anti kejang semakin mudah didapat pada tahun 1940an, diet ketogenik tidak lagi menjadi pilihan pertama terapi bagi penderita epilepsi, bahkan semakin jarang direkomendasikan oleh dokter. Continue reading

Seminar Oral Motor Therapy

oral motor therapy

Minggu lalu, saya mengikuti seminar berjudul “Oral Motor Therapy for Feeding Difficulties: Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak yang disebabkan oleh Gangguan Oral Motor Sensory” yang diselenggarakan oleh Klinik Pela 9. Narasumbernya adalah Nuraini Husni Putri, Str.Kes dengan sertifikasi Ayres Sensory Integration Certified, Beckman Oral Motor Certified, M.O.R.E Certified.

Kenapa sih tertarik ikutan seminar ini?

Padahal Shita bisa makan makanan padat dengan baik. Ngunyah pun oke.

Continue reading

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

tekanan darah tinggiTekanan darah tinggi atau hipertensi biasa datang tanpa gejala. Tanpa disadari, penderita sudah divonis menderita tekanan darah tinggi karena hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan demikian. Jika tak dirawat dan dikendalikan secara serius, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko datangnya beberapa penyakit lain yang berakibat lebih fatal seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, bahkan kerusakan ginjal. Continue reading

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

inisiasi menyusu dini IMD
Dalam beberapa tahun terakhir, mulai digaungkan pentingnya inisiasi menyusu dini atau IMD saat awal kelahiran bayi. Namun masih banyak perbedaan pandangan tentang pelaksanaan IMD yang benar. Ada yang menganggap asalkan bayi baru lahir langsung diletakkan di dada ibunya selama 5 menit saja, itu sudah disebut IMD. Ada lagi yang mengatakan, minimal 30 menit bayi diletakkan di dada ibu. Tapi lebih banyak lagi yang belum mempraktekkan IMD dengan alasan nanti bayinya kedinginan. Sebenarnya bagaimana pelaksanaan IMD yang benar? Apa saja manfaatnya? Continue reading

Belajar Homeopati

 

Homeopati ini sebenarnya bukan metode pengobatan baru, hanya saja memang masih jarang praktisinya di Indonesia. Pertama kali tahu tentang homeopati dari mas Reza Gunawan, saat dirujuk untuk membantu mengatasi kejang Shita (tahun 2015). Saat itu belum kutindaklanjuti karena homeopathnya praktek di Bali, walaupun sekitar sebulan sekali buka konsultasi di Jakarta.

Tidak sengaja, awal tahun 2018, dapat informasi kalau Tjok Gde Kerthayasa, homeopath yang direkomendasi oleh mas Reza, akan mengadakan workshop The Healing Power of Homeopathy di Jakarta. Wah… langsung semangat banget kepengen ikut. Apalagi ibuku support banget, karena pernah mencoba dan merasakan efek dari pengobatan Homeopati.

Akhirnya dimulailah perjalananku belajar dan mengenal Homeopati.

Continue reading

Aneka Lomba Bersama Majalah Kumara Kumari

lomba majalah kumara kumariHari minggu kemarin, tepatnya tgl 24 Juni 2012 di Anjungan Bali Taman Mini Indonesia Indah, Majalah Kumara Kumari Hindu for Kids, majalahnya anak Hindu, menyelenggarakan acara bertajuk “Berkreasi Gembira bersama Kumara Kumari”. Kegiatan ini diadakan untuk mengapresiasi kreativitas anak Indonesia, khususnya anak Hindu.

Pada acara ini, digelar berbagai lomba, dari lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba menyanyi solo, dan lomba tari kreasi daerah. Walaupun publikasi dan persiapannya kurang dari sebulan, ternyata peminatnya lumayan banyak…. pesertanya mencapai 130 orang!! Yang paling banyak pesertanya adalah lomba mewarnai. Continue reading