Seminar Oral Motor Therapy

oral motor therapy

Minggu lalu, saya mengikuti seminar berjudul “Oral Motor Therapy for Feeding Difficulties: Mengatasi Kesulitan Makan pada Anak yang disebabkan oleh Gangguan Oral Motor Sensory” yang diselenggarakan oleh Klinik Pela 9. Narasumbernya adalah Nuraini Husni Putri, Str.Kes dengan sertifikasi Ayres Sensory Integration Certified, Beckman Oral Motor Certified, M.O.R.E Certified.

Kenapa sih tertarik ikutan seminar ini?

Padahal Shita bisa makan makanan padat dengan baik. Ngunyah pun oke.

Karena… Shita di usia yang hampir 5 tahun, masih hobi gigit-gigit segala barang. Gigitannya pun ga main-main. Pulpen, thermometer digital, botol plastik, hancur digigitin Shita. Kebutuhan menggigitnya yang tinggi dan masih menjadi caranya eksplorasi, membuat saya penasaran dan ikutan seminar ini.

Ada hal menarik yang saya pelajari di seminar ini, bahwa kemampuan makan itu ternyata sangat penting. Membiasakan anak dengan kebiasaan makan yang baik, bisa berpengaruh pada kemampuan emosional dan konsentrasinya di masa mendatang.

Jujur saja, orang tua atau pengasuh anak, sering terlalu fokus pada berapa banyak nutrisi yang harus masuk, tapi mengabaikan pola makan yang baik. Coba perhatikan, bila anak punya kesulitan makan, apakah punya perilaku seperti ini?

  • emosional/ gampang marah
  • sulit adaptasi
  • terlambat bicara
  • artikulasi kurang jelas
  • kurang konsentrasi
  • pencemas/ mudah gugup

Bayi lahir dengan berbagai reflex untuk membantu keberlangsungan hidupnya, termasuk sucking reflex. Jadi proses menyusui itu sangat penting dalam kehidupan bayi. Selain nutrisi dari ASI adalah yang terbaik untuk bayi, proses menyusui juga melatih kemampuan respon dan fokus bayi terhadap stimulus dari luar.

 

Perhatikan video di atas. Apa saja yang digunakan bayi saat menyusu?

Ya… lidah dan langit-langit mulut. Mirip gerakan kita saat ngemut permen.

Coba rasakan saat kita bicara, lidah kita juga berpindah-pindah tempat. Jadi kemampuan lidah bergerak adalah salah satu modal supaya anak mampu berbicara.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatih lidah anak di rumah,

PERTAMA, saat makan dan belepotan di sekitar mulut, jangan buru-buru dilap bersih. Biarkan anak belajar merasakan makanan menempel di mulut dan wajahnya, dan rangsang supaya anak menggunakan lidah untuk menjilat sisa makanan di mulutnya.

KEDUA, berikan makanan dengan tekstur meleleh, misalnya coklat leleh atau madu. Oleh di seputar bibir dan biarkan anak merasakan dan menjilatnya.

KETIGA, berikan makanan dengan tekstur lengket, supaya lidah sibuk ke kanan kiri rahang berusaha menjangkau makanan yang lengket tersebut.

Selain melatih lidah, kemampuan mengunyah juga penting untuk makan dan nantinya berbicara. Contoh-contoh latihan sederhananya:

FINGER FOOD

Kebiasaan kita begitu anak mulai MPASI, langsung menyiapkan makanan bertekstur lembut dan suapi bayi. Anak tidak terbiasa untuk eksplor makanannya dan makan terasa seperti kewajiban. Jadi tetap selipkan finger food atau makanan untuk dipegang dan dimakan secara mandiri oleh anak. Ini akan membantu kemandiriannya dalam proses makan dan melatih anak mengunyah makanan.

MAKANAN TEKSTUR KENYAL

Makanan yang kenyal lebih sulit dikunyah daripada makanan yang keras. Mirip seperti sulit berjalan di atas kasur air daripada berjalan di atas lantai keras.

Buat anak yang belum lancar mengunyah, bagaimana kalau nanti tersedak?

Sebenarnya anak punya refleks untuk melepeh makanan yang tidak bisa ditelan. Tapi biar bagaimana pun juga, selalu dampingi anak saat eksplorasi dengan makanan. Jadikan ini sebagai salah satu aktivitas yang menyenangkan di rumah.

Untuk anak yang punya kesulitan makan, harus bagaimana?

Tentunya harus datang ke ahlinya, temui dokter anak dan lakukan assessment. Bila diperlukan, akan dirujuk ke terapis yang sesuai dan dibuatkan program sesuai kebutuhan anak.

Nah… bagaimana dengan kasus Shita yang masih suka gigit-gigit?

Bu Putri menduga Shita eksplorasi benda menggunakan mulutnya karena belum tahu cara eksplorasi dengan cara lain. Shita memang belum bisa jalan dan kemampuan motorik halusnya juga belum bagus. Energinya besar, tapi belum tersalurkan dengan baik. Jadi selain tetap perlu sensory oral motor therapy, Shita juga perlu diberikan aktivitas lain untuk mengalihkannya dari keinginan gigit-gigit benda.

Oh iya… ada satu lagi video latihan menghisap untuk bayi yang kesulitan menyusu (breastfeeding).

Oke… mudah-mudahan bermanfaat ya….

Share Button

2 thoughts on “Seminar Oral Motor Therapy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *