Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

tekanan darah tinggiTekanan darah tinggi atau hipertensi biasa datang tanpa gejala. Tanpa disadari, penderita sudah divonis menderita tekanan darah tinggi karena hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan demikian. Jika tak dirawat dan dikendalikan secara serius, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko datangnya beberapa penyakit lain yang berakibat lebih fatal seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, bahkan kerusakan ginjal.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi ketika tekanan darah di pembuluh arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi bisa disebabkan oleh gangguan pada organ tubuh tertentu, kehamilan, atau faktor genetik. Tetapi yang saat ini sering terjadi adalah darah tinggi yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Tekanan darah diukur dengan alat yang disebut dengan sfigmomanometer. Hasil pengukuran tekanan darah terdiri dari dua angka. Angka pertama menunjukkan tekanan darah sistolik, yaitu angka yang diperoleh saat jantung berkontraksi. Angka kedua adalah angka diastolik, yang diperoleh saat jantung melakukan relaksasi. Seseorang disebut memiliki darah tinggi, apabila angka tekanan sistoliknya mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastoliknya mencapai 90 mmHG atau lebih.

Ada dua macam tekanan darah tinggi, yaitu darah tinggi primer dan darah tinggi sekunder. Darah tinggi primer adalah hipertensi yang tidak memiliki penyebab medis yang jelas, termasuk gaya hidup tadi. Sekitar 90-95% kasus darah tinggi yang terjadi termasuk golongan darah tinggi primer. Kondisi hipertensi lain adalah hipertensi sekunder, yang terjadi karena pengaruh dari kondisi organ tubuh seperti ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin.

Peningkatan usia cenderung meningkatkan resiko mengalami tekanan darah tinggi. Semakin bertambah usia seseorang, tekanan sistolik akan semakin tinggi juga. Dalam kondisi ini, pola makan harus dijaga untuk memperkecil resiko darah tinggi.

Yang berbahaya adalah menderita darah tinggi pada usia muda. Pada kasus yang demikian, perlu dicari faktor pemicunya, apakah disebabkan pola hidup tidak sehat, makanan yang tidak seimbang, obesitas, atau faktor genetis. Mengetahui penyebabnya akan memudahkan dokter untuk memberikan solusi menurunkan tekanan darah.

Seperti apa pun tekanan darah anda, hidup sehat tidak bisa dihindari. Mengonsumsi makanan sehat dan bergaya hidup teratur dan menjauhi stres adalah keharusan, bukan lagi pilihan. Tidak lupa olahraga secara teratur ya…

Share Button

2 thoughts on “Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

  1. peter

    Yaa bener ,kadang tekanan darah tinggi ini di awal awal tidak nampak gejalanya, bisa bisa ketika ada keluhan tertentu setelah di cek ternyata sudah terkena tekanan darah tinggi ini. apakah faktor genetik berperan besar yaa terhadap darah tinggi ini?

    Reply
    1. aaayua Post author

      Saya kurang paham kalo faktor genetik dalam hipertensi, tapi yang jelas faktor kebiasaan makan dalam satu keluarga pasti pengaruh… Sebagian besar yang mengalami hipertensi disebabkan pola hidup yang tidak sehat, baik makanan maupun kurang olahraga.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *