Metode Glenn Doman Untuk Tumbuh Kembang

glenn domanDi tulisan sebelumnya, saya sudah bercerita tentang perkenalan saya dengan metode Glenn Doman (ceritanya di sini). Mengapa saya sebut metode Glenn Doman? Karena opa Glenn Domanlah yang mengembangkan metode-metode ini, bersama staf-staf di Institute of the Achievement of Human Potential (IAHP). Saya suka cara berpikir Glenn Doman terhadap anak-anak spesial dengan cidera otak, bahwa mereka sebenarnya luar biasa cerdas. Dengan stimulasi dan rangsangan yang tepat, mereka bisa menyamai, bahkan melebihi kemampuan anak normal lain seusia mereka. Tidak ada kata tidak mungkin, tidak ada kata putus asa, tidak ada kata menyerah, dalam menghadapi anak spesial.

Hal ini yang menyebabkan saya penasaran untuk mempelajari lebih jauh tentang metode ini dengan mengikuti kursus singkatnya selama 5 hari penuh. Kalau ada yang bilang orang tua yang mengikuti kursus ini seperti dicuci otaknya, hm… mungkin memang iya hehe… Karena setelah pulang, saya punya cara pandang yang baru terhadap Shita anak saya.

Jujur saja, masih banyak pro dan kontra tentang metode ini, di kalangan pendidik, maupun di kalangan dokter. Tapi setelah saya pelajari dan coba praktekkan, menurut saya metode ini yang cocok untuk diterapkan pada Shita.

What To Do With Your Brain Injured Child Video Course

Di kursus “What To Do With Your Brain Injured Child” (sesuai judul bukunya), selain penjelasan panjang lebar tentang cidera otak sendiri, Glenn Doman juga menjelaskan bahwa untuk memberikan stimulasi yang optimal, tidak cukup hanya memberikan latihan fisik saja pada anak. Anak bisa tumbuh dan berkembang sempurna apabila asupan nutrisinya juga baik. Jadi yang pertama harus diperbaiki adalah asupan nutrisi alias makanannya setiap hari.

ala glenn doman

Shita tidur di lantai

Setelah nutrisi dan gizinya terpenuhi, yang kedua adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk bisa mengembangkan kemampuan motoriknya. Misalnya pada Shita yang saat itu belum bisa merayap, harus sering diletakkan di lantai pada posisi tengkurap. Seberapa sering? Sesering mungkin, bahkan kalau bisa tidurnya juga di lantai. Ekstrim? Mungkin iya… tapi setelah mengikuti anjurannya, Shita bisa merayap dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Mungkin masih banyak yang bilang, lantai kan kotor, lantai kan dingin, dan sebagainya. Well… prinsip Glenn Doman itu adalah “floor as the way of life” atau lantai sebagai jalan hidup. Di lantai anak belajar merayap, di lantai anak belajar merangkak, di lantai anak belajar berdiri dan akhirnya berjalan. Tentu keamanan dan kebersihan harus tetap dinomorsatukan. Berarti lantai harus senantiasa bersih. Pakailah alas di lantai kalau memang udara dingin.

Yang ketiga adalah program untuk mengembangkan intelektual dan kecerdasannya. Ini adalah metode Glenn Doman yang cukup terkenal disini dan banyak diadopsi, yaitu metode flash card. Glenn Doman menggunakan flash card untuk mengajarkan anak membaca, matematika, sampai pengetahuan ensiklopedia. Nah… banyak lagi perdebatan disini, termasuk saya juga yang dulu mendebatnya. Bayi dan balita belajar baca??!!

Hehehe… ternyata ada alasan yang logis tentang ini. Program membaca melalui flash card awalnya dirancang untuk anak dengan cidera otak, usia berapapun. Tujuan pertama adalah untuk stimulasi visualnya. Mata dibiasakan melihat fokus ke tujuan, yaitu flash card. Tujuan kedua, untuk membuka gerbang komunikasi. Harus diakui, kelemahan utama anak-anak dengan cidera otak adalah kemampuan motoriknya, dari kemampuan bergerak hingga berbicara. Hal ini seringkali membuat anak-anak ini frustrasi karena mereka sebenarnya cerdas, tapi tidak mampu mengekspresikan kecerdasan mereka. Dengan bisa membaca dan menulis, walaupun belum bisa bicara, mereka dapat berkomunikasi dan mempelajari apapun yang mereka inginkan. Coba pikirkan mana yang menurut anda akan lebih sukses dalam kehidupan, orang yang dapat membaca dan menulis tapi tidak bisa berjalan, atau orang yang dapat berjalan tapi tidak bisa membaca dan menulis?

Program Stimulasi untuk Shita

Saat kursus, kami diajarkan untuk melakukan evaluasi perkembangan terhadap anak. Ada 6 kategori utama yang menjadi sasaran evaluasi, yaitu penglihatan (visual), pendengaran, perabaan (taktil), mobilitas (kemampuan berpindah tempat), bicara (bahasa), manual (keterampilan motorik halus).

VISUAL

Kemampuan visual Shita cukup baik, sesuai dengan usianya. Hanya saja ada juling pada mata kanannya (strabismus). Untuk itu, stimulasinya adalah program membaca dengan flash card, 5 kategori kata dalam sehari, masing-masing kategori diberikan 3 kali sehari, sehingga dalam sehari ada 15 sesi flash card dengan 1 sesinya tidak lebih dari 5 detik.

PENDENGARAN

Kemampuan pendengaran Shita juga sebenarnya cukup baik. Hanya saja Shita tidak pernah menoleh saat dipanggil namanya. Padahal kalau diberikan bunyi-bunyian lain, seperti lonceng, kucuran air, pasti menoleh mencari sumber suara. Kalau dibilang belum paham kata, rasanya tidak juga, karena Shita sudah mulai mengerti kata-kata sederhana seperti air putih, ibu, makan, dan sebagainya. Jadi stimulasinya adalah memberikan rangsangan bunyi tertentu selama 30 detik-1 menit setiap sesinya, 10 sesi sehari. Bunyinya boleh apa saja, memanfaatkan barang yang ada di rumah.

TAKTIL

Kemampuan taktil Shita juga sebenarnya masih sesuai dengan usianya, tapi belum sempurna. Shita masih sering menghentak-hentakkan kaki membentur segala sesuatu. Ketika saya coba meniru gerakan Shita, saya merasa kesakitan, sementara Shita malah tertawa saat mengbenturkan kakinya. Bisa jadi kulit daerah kaki kurang sensitif. Jadi perlu dilakukan stimulasi memberikan sensasi kasar dan halus pada seluruh permukaan kulit selama 1 menit per sesi, 10 sesi setiap hari.

MOBILITAS

Shita bisa menggerakkan kaki dan tangan secara aktif, tapi belum bisa memanfaatkan gerakan kaki dan tangannya untuk berpindah tempat. Oleh karena itu, Shita harus latihan merayap di lantai condong (incline floor) sepanjang 1 meter, sebanyak 30 kali sehari. Selain itu, Shita harus sesering mungkin diletakkan di lantai dalam posisi tengkurap. Shita juga perlu dipolakan gerakannya (patterning) sebanyak 8 kali sehari, masing-masing 3 menit.

BICARA/BAHASA

Shita belum bisa bicara satu kata utuh secara konsisten. Stimulasinya adalah sering diajak bicara, dibacakan cerita, diajak curhat juga boleh hehehe…

MANUAL

Shita sudah bisa meraih dan menggenggam benda dengan baik, tapi ternyata belum memiliki refleks melepaskan benda yang membahayakan. Saya mencoba memberikan sendok panas pada Shita. Dia menangis keras, tapi tidak melepaskan sendok dari genggamannya. Stimulasi yang dilakukan adalah belajar melepas benda dari genggamannya, 10 kali sehari.

Latihannya banyak? Iya… banyak bener… Perlu kedisiplinan dan komitmen tinggi untuk menjalaninya. Makanya saya memutuskan untuk tidak mengikuti fisioterapi di tempat lain, karena latihan di rumah saja sudah cukup banyak.

Hasilnya?

Setelah menjalani program selama kurang lebih 6 bulan (dimulai saat Shita usia 16 bulan):

  • Juling Shita berkurang jadi tidak terlalu terlihat.
  • Kemampuan fokusnya pun semakin baik.
  • Bisa merayap secara mandiri dan mulai senang eksplorasi rumah (termasuk ngoprek tempat sampah saat saya meleng hehe…)
  • Sudah bisa melepaskan benda berbahaya (atau yang terasa tidak nyaman) dari genggamannya.
  • Yang awalnya sama sekali tidak memperhatikan kucing dan anjing di depan rumah, sekarang mulai menaruh perhatian, bahkan bisa memperhatikan semut yang lewat di depannya.
  • Lebih mudah diajak bercanda dan tertawa (dulu susah sekali dibuat tertawa, wajahnya datar saja).
  • Lebih manja ke ibunya.

Buat saya, ini kemajuan luar biasa. Shita jauh lebih ekspresif dan mulai pintar protes. Hasil positif ini yang membuat saya makin mantap melanjutkan latihan-latihan Shita di rumah.

Saya tidak bisa bilang bahwa metode Glenn Doman ini adalah metode terbaik, karena kebutuhan setiap anak dan orang tuanya berbeda. Tapi buat saya, metode ini yang cocok untuk Shita. Perlu diingat bahwa metode sebagus apapun, tidak akan ada hasilnya kalau tidak dilakukan secara gigih dan konsisten. Jadi apapun metode yang dipilih, yang penting cocok buat anak, cocok buat orang tua, dan dilakukan dengan konsisten setiap hari.

Tetap semangat!!

Share Button

10 thoughts on “Metode Glenn Doman Untuk Tumbuh Kembang

  1. Ayu rany

    Mbak salam kenal saya ibu dari aqueena (15bln) anak sy delay karena hasil ct scan nya otaknya belum berkembang scara penuh,saya membaca smua blog mba ttg anak mbak shita.anak sy umur 15 bln baru bs duduk tanpa dipegangin,tengkurep dan terlentang sendiri,belum bs merayap dan duduk sendiri saat ini saya baru fisioterapi hampir 3bln krn saat anak sy umur 4bln sempat fisio tp dia nonstop sakit2an dari diare smp dbd jd baru mulai fisio sudah hampir 3bln.anak sy ini termasuk rewel dan suka teriak2 mgkn dia kesal ingin ini itu tp blm bs.setelah saya baca pengalaman mba merawat shita sy ingin skali mbak mau share ilmu ke saya yg jg punya anak “spesial” krn sy sedih mba liat anak sy terlambat jauh..sy sudah pesan buku spt yg mbak sarankan..mudah2an mbak mau berbagi bagaimana sy harus melatih anak sy dirumah agar cepat tumbuh kembang nya spt shita aaamin..terima ksh byk sblmnya mbak..

    Reply
    1. aaayua Post author

      Dear Ayu Rany,
      Tentu saya bersedia share ilmu. Lebih enak memang kalau sudah baca bukunya, jadi kita punya pemahaman yang sama. Untuk detilnya, kalo ada yang masih bingung, boleh kok tanya-tanya lagi. Saya sudah kirim email juga ya…

      Reply
  2. Arni

    Wow menarik ini metodenya
    Jujut aku baru dengar sih, tapi keliatannya bagus untuk dipraktikkan, mau coba ah
    Makasi ilmunya mbak, ijin save ya buat baca2 lagi

    Reply
  3. Diah

    Mba Arini, judul buku apa yang harus saya beli? Anak saya berumur 3 bulan mengalami cidera di saat dia dilahirkan. Sekarang ia seperti terkena CP, ia belum bisa tersenyum dan tidak memperhatikan saat dipanggil. Saya ingin tahu metode yang diterapkan mba pada sinta. Terimakasih.

    Reply
  4. Rosa

    Haii mba rini,apa kabar shita sekarang udah bisa apa aja?. Mau tanya nutrisi yang terbaik alias makanan sehari hari fokus percaya stl itu baru terapi.Iya kan? jenis makanan seperti apa toh mba.. boleh dishare .

    Reply
    1. aaayua Post author

      Hai rosa,
      Sekarang shita sudah merangkak 😊.
      Bener… Nutrisi yg baik akan menunjang terapinya.

      Makanannya sih biasa aja, yg penting bentuknya sedekat mungkin dgn bentuk asli di alam. Berarti yg sesedikit mungkin proses pengolahan. Makanya shita ga kukasi makanan kemasan sama sekali. Sama semua makanannya tidak ditambahkan segala bentuk gula.

      Reply
  5. Christine

    Hi mbak arini. Makasih buat sharingnya. Sy juga kebetulan aangat memerlukan lantai condong util anak saya dgn cerebral palsy. Dimana ya sy bs dapatka?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *