Gula Untuk Kesehatan

gula untuk kesehatanGula adalah bahan makanan yang disukai semua orang, tua muda, miskin kaya. Banyak yang bilang, kalau lagi stres, maka makanlah yang manis. Hati lebih tenang stres pun hilang. Atau istilah kerennya, makanan manis itu comforting food. Saat bulan puasa pun sering kita dengar himbauan “berbukalah dengan yang manis”. Supaya manis, pastinya pakai gula dong. Tak heran sebagian besar makanan kita pasti mengandung gula.

Jadi sebenarnya, gula itu baik atau tidak untuk kesehatan?

Gula sudah pasti bermanfaat bagi kesehatan. Karbohidrat itu adalah gula. Dalam tubuh, karbohidrat alias gula dicerna dan memberikan energi bagi organ-organ tubuh untuk bekerja dengan baik. Jadi nasi, roti, golongan pati seperti kentang dan ubi, itu semua adalah gula. Buah sudah pasti mengandung gula, demikian juga dengan sayur-sayuran sarat gula. Selain itu masih ada lagi gula olahan yang kita kenal dengan gula pasir, gula batu, gula halus, gula merah, dan sebagainya.

Jadi gula sangat penting bagi kesehatan! Masalahnya adalah bila konsumsi gula yang berlebihan, terutama gula olahan. Gula olahan ini indeks glikemiknya sangat tinggi, artinya sangat cepat diserap oleh tubuh, seketika meningkatkan kadar gula dalam darah, namun seketika pula menurunkan kadar gula darah. Bahkan nasi putih termasuk yang indeks glikemiknya tinggi. Pernah mengalami setelah makan siang malah mengantuk? Nah… itu salah satu efek samping makan nasi putih 🙂

Apa saja sih makanan yang indeks glikemik tinggi? Semua bahan makanan yang sudah diolah menjadi putih, misalnya nasi putih, gula putih, tepung putih. Gula merah, buah kering, dan madu juga termasuk yang indeks glikemik tinggi. Beberapa buah segar juga indeks glikemiknya tinggi, seperti semangka. Kebayang ya, sepotong bolu itu kadar gulanya berapa banyak, tepungnya, gula pasirnya…

Kalau saya memilih untuk membatasi konsumsi nasi putih, gula merah dan putih, tepung putih, serta madu. Kalau buah dan sayur, selama masih segar, saya konsumsi sepuasnya. Badan jadi lebih sehat, badan pun tetap langsing. Lho… apa hubungannya gula dengan gemuk? Bukannya gemuk itu karena lemak?

Nah… justru gula yang berlebihan dalam tubuh dan belum terpakai, akhirnya disimpan sebagai cadangan lemak oleh tubuh, di perut, di paha, dan lain-lain. Kalau semakin banyak lebihnya, bisa juga jadi lemak yang nempel di pembuluh darah. Artinya terjadi sumbatan pada pembuluh darahnya. Kalau sumbatan di pembuluh jantung, ya jadi jantung koroner. Kalau sumbatan di pembuluh otak, jadinya stroke. Wow ngeri banget ya….

Mengingat banyaknya obesitas yang disebabkan oleh konsumsi gula berlebih, WHO sampai mengeluarkan anjuran asupan gula maksimal sehari, yaitu sekitar 25 gram atau 6 sendok teh sehari. Hihihi sedikit ya…. Yang dimaksud gula pada anjuran WHO ini adalah monosakarida (glukosa dan fruktosa), disakarida (sukrosa dan gula olahan) yang ditambahkan pada makanan dan minuman kemasan, dan gula alami pada madu. Kalau gula yang terdapat pada buah dan sayur segar, tidak masuk dalam anjuran tentang batasan gula ini.

Kalau makanan yang kita buat sendiri di rumah tentu kita tahu berapa banyak gulanya. Bagaimana dengan makanan dan minuman kemasan yang banyak dijual bebas? Ternyata oleh produsen ditulis kok berapa banyak gula yang terkandung dalam makanan dan minuman kemasan, hanya saja kita yang tidak mengerti cara bacanya, atau memang malas saja baca huruf kecil-kecil itu. Saya dulu juga termasuk yang tidak pernah baca label nutrisi pada kemasan makanan dan minuman.

informasi-nutrisi-gula-biskuit

 Ini contoh saja ya. Ini adalah informasi nilai gizi atau nutrition facts dari produk biskuit. Takaran saji artinya jumlah yang direkomendasi untuk satu kali konsumsi. Di contoh ini takaran sajinya 3 keping biskuit yang masing-masing beratnya 9 gram. Jadi totalnya 27 gram. Dari 27 gram itu, jumlah gulanya adalah 5 gram (warna merah). Berapa banyak sih 5 gram itu? Setelah saya coba timbang, 5 gram itu sama dengan 1 sendok teh gula. Mudah kan bacanya?

informasi-nutrisi-gula-jus

Ini contoh lagi ya, dari sebuah minuman jus buah kemasan UHT. Untuk takaran saji 250 ml, kandungan gulanya sebesar 27 gram, atau sekitar 5 sendok teh. Ternyata kandungan gulanya banyak sekali!! 5 sendok teh dalam 1 kemasan kotak kecil!

Dengan membaca informasi nilai gizi atau nutrisi yang sudah disediakan oleh produsen, kita jadi bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk kita konsumsi, terutama untuk konsumsi anak-anak kita.

Yuk mulai bijaksana dalam konsumsi gula. Jangan sampai gula malah bikin sakit, tapi supaya gula justru membuat tubuh sehat.

Share Button

One thought on “Gula Untuk Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *