Pilih Obat Generik Murah

obat generik murahMasih banyak sekali masyarakat kita yang belum paham tentang obat generik. Seringkali obat generik dianggap tidak berkualitas karena harganya yang murah. Bayangkan saja, harga obat generik bisa 15x hingga 20x lebih murah dari obat non generik. Anggapan bahwa obat generik yang murah itu kualitasnya rendah sama sekali tidak benar. 

Obat generik adalah obat yang dipasarkan dengan nama sesuai dengan kandungan zat aktifnya. Misalnya obat sakit kepala. Kita mengenal banyak merek obat sakit kepala, panadol, sanmol, tempra. Kandungan aktif obat-obat tersebut sama, yaitu paracetamol. Kalau kita ke apotek dan membeli paracetamol (tanpa menyebutkan merek dagang) maka harganya pun jauh lebih murah dibandingkan obat dengan merek-merek di atas.

Obat generik ini bisa diproduksi setelah masa patennya habis. Maksudnya masa paten habis?

Perusahaan farmasi yang menciptakan formula obat baru, akan mendapatkan hak paten dalam jangka waktu tertentu (lama waktunya tergantung negara masing-masing), sehingga mempunyai hak produksi ekslusif. Selama paten masih berlaku, tidak boleh ada perusahaan farmasi lain yang boleh memproduksi obat dengan zat aktif yang sama. Setelah masa paten berakhir, maka perusahaan farmasi lain boleh ikut memproduksinya.

Kalau begitu, apa bedanya obat generik dan obat non generik? Kenapa harganya bisa jauh lebih murah?

Obat generik lebih murah karena:

  • Biasanya tidak memiliki merek khusus, cukup menyebutkan zat aktifnya saja.
  • Diproduksi dalam jumlah besar.
  • Dikemas secara sederhana, yang penting tetap aman sehingga kualitas obat di dalamnya tetap terjamin.
  • Tanpa biaya promosi.

Kalau obat non generik, biasanya bermerek, kemasannya lebih bagus dan menarik, serta biaya promosinya tinggi. Itu yang membuat harga jual obatnya lebih tinggi.

Kalau soal kualitas, anda tidak perlu khawatir. Obat generik kualitasnya tetap terjamin, karena harus melalui serangkaian uji kualitas yang sama dengan obat non generik.

Di Indonesia, penggunaan obat generik memang belum populer. Baru sekitar 10-20% saja yang menggunakan obat generik. Alasannya bermacam-macam, dari takut kualitasnya yang rendah sampai malas minta obat generik ke dokter saat meresepkan obat. Padahal kita juga berhak minta obat generik ke dokter yang meresepkan obat. Kalau kita tidak minta, seringkali dokter akan meresepkan obat non generik. Untuk kualitas yang sama, kenapa harus bayar lebih mahal?

Di negara maju seperti Amerika, yang penduduknya relatif berkecukupan, justru penggunaan obat generik sudah mencapai 40%. Jadi tidak perlu lagi khawatir untuk memilih menggunakan obat generik. Untuk sehat itu tidak perlu mahal kok… Yuk mulai pilih obat generik…

Share Button

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *