Pengalaman Program Bayi Tabung

program bayi tabungPada posting sebelumnya, saya bercerita tentang bagaimana saya dan suami akhirnya memutuskan menjalankan program bayi tabung setelah 7 tahun menikah dan belum dikaruniai anak. Saat mencari informasi soal bayi tabung di internet, ternyata tidak berhasil dapat cerita lengkap seperti apa sih prosesnya. Saat diskusi dengan dokter pun sebenarnya sudah dijelaskan tahapannya oleh dokter, tetapi tetap saja tidak terbayang apa yang akan dihadapi saat program nanti. Mau ikut seminar tentang program bayi tabung, waktunya tidak ada yang pas. Mudah-mudahan cerita pengalaman ini bisa jadi gambaran buat pasangan yang ingin melakukan program bayi tabung ya…

Jujur saja, saat ini program bayi tabung belum jadi pilihan kecuali kepepet hehe. Alasannya pertama biayanya yang besar, antara 50-70 juta (tahun 2013). Untungnya pas saya program, biayanya masuk di plafon bawah, karena kebetulan ada paket program bayi tabung di Bunda International Clinic (BIC) dan obat-obatannya dosis standar. Jadi tidak banyak tambahan sana-sini. Alasan kedua, karena pembuahan dilakukan di luar rahim, banyak yang beranggapan prosesnya tidak alami (ini juga alasan suami). Alasan ketiga, prosesnya panjang dan memerlukan kesiapan lahir batin dari pasangan.

Mengapa disebut program bayi tabung? Karena proses pembuahan sel telur dan sperma dilakukan di luar tubuh ibu, dikenal juga dengan istilah in vitro fertilization (IVF). In vitro artinya dalam gelas/tabung, fertilization artinya pembuahan. Jadi pembuahan di dalam tabung, jadilah bayi tabung.

Program bayi tabung ada 2 macam, protokol pendek (short protocol) dan protokol panjang (long protocol). Untuk yang protokol pendek, biasanya memakan waktu sekitar 1 bulan, sementara yang protokol panjang, bisa 1,5 hingga 2 bulan. Penentuan protokol pendek atau panjang bisa dilihat dari usia pasien dan permasalahan masing-masing. Kalau usia masih muda dan relatif tidak banyak masalah fertilitas, akan disarankan untuk protokol pendek. Saya sendiri menjalankan protokol pendek di usia 34 tahun.

Bagaimana tahapan program bayi tabung?

Pertama, proses screening atau seleksi pasien, apakah layak untuk mengikuti program bayi tabung. Kalau pengalaman saya, itu dilakukan di hari kedua haid, saat kita konsultasi dengan dokter untuk memulai program. Suami dan istri sama-sama menjalani seleksi ini. Yang saya ingat sih waktu itu dites TORCH, hormon (lupa hormon apa saja), hepatitis, dan HIV-aids. Hasilnya bisa keluar hari itu juga.

Selain seleksi, hari itu juga kita dibuatkan jadwal program oleh dokter. Ini adalah jadwal terapi harian sampai saat pengambilan sel telur dan transfer embrio. Jadwal ini masih bisa berubah tergantung kondisi pasien, tapi paling tidak ada gambaran tentang program yang dijalankan. Jadi kalau lolos seleksi, program bisa langsung dimulai sesuai jadwal.

stimulasi pada program bayi tabungKedua, stimulasi indung telur. Kenapa perlu stimulasi? Karena secara alami, sel telur yang berkembang hanya satu, sementara untuk bayi tabung diperlukan banyak sel telur. Cara menstimulasi indung telur adalah dengan menyuntikan hormon dengan dosis tertentu setiap hari. Perlakuan ini biasanya dilakukan antara 8-12 kali, tergantung perkembangan sel telurnya. Suntik tiap hari? Kalau rumah jauh dari klinik, bagaimana dong? Bisa suntik sendiri kok di rumah. Caranya relatif mudah, cukup melakukan penyuntikan di perut bagian bawah, 2 jari di bawah pusar. Kalau memang mau suntik sendiri, nanti diajarkan oleh susternya.

Kalau tidak berani suntik sendiri, bisa juga minta suster datang ke rumah untuk suntik tiap hari. Tapi biayanya lumayan juga, 175 ribu per kedatangan (saat itu). Jadi saya cuma sekali minta suster ke rumah, sisanya suami yang suntik, bahkan pernah sekali benar-benar suntik sendiri. Kalau mau nunggu suami pulang sih sebenarnya bisa saja, tapi penasaran pengen nyuntik hehehe. Ternyata memang gampang kok, asal berani dan pede aja.

Ketiga, pemantauan pertumbuhan folikel (cairan berisi sel telur di indung telur). Pemantauannya dilakukan melalui USG lewat vagina. Tujuannya untuk melihat jumlah sel telur yang terbentuk dan perkembangannya, sudah matang atau belum. Itu sebabnya selama program, tiap 3 atau 4 hari, kita harus konsultasi dokter untuk melihat pertumbuhan folikel. Dari pemantauan tersebut ditentukan apakah dosis suntik sudah cukup, berlebihan, atau malah kurang dan perlu ditambah.

Dari beberapa pengalaman yang saya baca, ada kemungkinan terjadi overstimulasi pas tahap ini. Untungnya sih saya sama sekali tidak mengalami efek samping dari suntik hormon ini. Tidak ada jerawat, tidak pakai mual, semua tetap seperti biasa.

Kalau dilihat pertumbuhan folikel bagus dan jumlah sel telur yang ukurannya besar cukup banyak, mulai deh tambah 1 suntikan lagi untuk mencegah sel telurnya pecah secara alami. Jadi 2 kali suntik tiap malam.

Keempat, pematangan sel telur. Ini dilakukan dengan cara menyuntikkan obat agar sel telur siap dipanen. Setelah pematangan sel telur, besoknya puasa suntik sehari dan puasa makan mulai malam (sebelum tidur) untuk persiapan tindakan di hari berikutnya.

Kelima, pengambilan sel telur (ovum pick up/OPU). Saat OPU ini kita dibius total. Tindakan OPU-nya sendiri berlangsung sekitar 45-60 menit. Pengambilan sel telur dilakukan dari vagina. Saya sendiri untuk tindakan pk 09.30, jam 12 siang sudah sadar.

Pada hari yang sama, diambil juga sperma suami. Kalau suami kebetulan berhalangan hadir saat OPU, sperma bisa diambil beberapa hari sebelumnya dan dibekukan dulu, sampai saatnya digunakan.

Yang menarik saat saya OPU, sadarnya lumayan cepat dibanding pasien OPU lainnya (kalo tidak salah, saat itu ada 3 orang yang OPU). Berhubung sudah sadar, suami mengajak untuk cepat pulang karena nanti sore dia masih harus ngajar pelatihan. Ketika tanya suster apakah sudah boleh pulang, disuruh duduk dulu. Biasa aja, tidak pusing. Minum air putih, tidak mual. Disuruh coba berdiri, langsung bisa berdiri tegak tidak pakai sempoyongan. Ganti baju pun biasa saja. Oleh karena itu, akhirnya diperbolehkan pulang oleh suster. Berhubung lapar berat, makan siang (sudah disediakan) langsung dilahap sampai piringnya bersih hehe. Setelah itu langsung pulang deh.

Seperti biasa, jalanan padat (Jakarta kapan ya tidak macet?). Sekitar 15 menit sebelum sampai rumah, mulai deh rasanya mual-mual. Awalnya saya pikir karena mabok, maklum saya memang gampang mabok kalo naik mobil. Pokoknya perut rasanya ga enak sekali dan kepala mulai pening. Sampai rumah, langsung menuju tempat sampah dan muntah-muntah. Suami pikir muntah karena mual biasa, jadi dia langsung berangkat lagi.

Ternyata setelah muntah, sekeliling langsung terasa gelap. Waduh! Panik banget, sendirian pula di rumah. Jangan sampai pingsan di lantai. Pelan-pelan sambil meraba-raba tembok jalan ke kamar tidur. Karena tidak berhasil menemukan saklar lampu, tanpa nyalain lampu, langsung tiduran di tempat tidur. Tarik nafas panjang, keluarkan pelan. Terus berulang-ulang sampai tenang. Setelah itu pelan-pelan buka mata, mulai bisa lihat lagi. Perlahan bangun keluar kamar ambil hp, terus balik lagi ke kamar dan kembali tiduran sambil telepon suami.

Setelah telepon suami, sambil tetap tiduran, baru deh mulai berpikir, kenapa ya sampai begini? Hihihi… jangan-jangan pengaruh biusnya belum bener-bener hilang saat pulang dari rumah sakit. Pantas susternya bingung lihat saya semangat banget mau pulang. Biusnya baru habis pas sudah dekat rumah. Moral of the story, OPU itu tindakan yang setara dengan operasi, apalagi bius total. Jadi pastikan sudah benar-benar sadar dan pulih sebelum pulang ya…

Keenam, pembuahan atau fertilisasi yang dilakukan di laboratorium. Kalau dulu, metode yang umum adalah mempertemukan sel telur dengan sperma di cawan petri dengan media kultur. Tapi sekarang, banyak klinik yang sudah memanfaatkan teknik ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection). Caranya sperma dipilih yang kualitasnya paling bagus, kemudian disuntikkan langsung ke sel telur. Dari hasil OPU saya, dokter berhasil panen 8 sel telur matang dan semuanya dibuahi. Pembuahan ini dilakukan pada hari yang sama dengan OPU dan pengambilan sperma. Dari pembuahan tersebut, hasilnya 8 embrio.

Ketujuh, transfer embrio kembali ke rahim (embryo transfer/ET). Dari 8 embrio yang jadi, hanya 5 yang berkualitas baik. 1 grade-nya excellent, 4 grade-nya good. Karena usia masih di bawah 35 tahun dan kondisi rahim baik, maka disarankan 3 embrio saja yang ditransfer untuk menghindari kemungkinan bayi kembar. Maksudnya sih untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut. Saya setuju saja, jadi 3 embrio ditransfer, 2 lagi disimpan (dibekukan) dan bisa digunakan di kemudian hari. Tindakan ET dilakukan 3 hari setelah OPU. ET berlangsung cepat. Pasien tidak dibius, sadar sepenuhnya. Kayaknya prosesnya tidak lebih dari 10 menit. Hanya saja setelah ET, tidak boleh langsung bangun, harus tiduran dulu min. 30 menit. Mirip dengan prosedur inseminasi. Kalau sudah waktunya, suster akan mengijinkan kita pulang.

Ada seorang kenalan yang juga menjalankan program bayi tabung dan memutuskan untuk bedrest dan menginap semalam di rumah sakit setelah ET. Ketika dia bertanya pada saya, dia kaget saat saya bilang kalau setelah ET saya langsung pulang. Dia tanya lagi, keluar RS pakai kursi roda? Saya jawab tidak, saya jalan sendiri seperti biasa sampai ke lobby RS. Jadi ternyata banyak pasangan yang takut untuk langsung berdiri dan jalan, takut embrionya tidak menempel sempurna. Jadi setelah ET, mereka langsung dipindahkan ke kamar perawatan dan menginap semalam. Kalau saya, karena dokter bilang boleh langsung pulang, ya ikut saran dokter saja.

Saat mau pulang, kita diinfo oleh suster tentang apa yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi, apa yang direkomendasi. Ada juga dalam bentuk tertulisnya, semacam panduan singkat. Itu penting untuk dibaca, jangan cuma dilipat dan selipkan ke buku ya.

Selesai deh. Tinggal tunggu 14 hari untuk tes kehamilan. Kalau embrio berhasil nempel di rahim dan berkembang, berarti positif hamil. Apakah harus bedrest saat menanti? Tidak juga kok. Tetap aktivitas biasa aja, tapi kalau bisa memang jangan sampai capek. Kalau mau aman boleh kurangi aktivitas, tapi jangan berhenti sama sekali. Kalau sudah biasa banyak aktivitas dan mendadak harus berhenti, malah stres dan kepikiran. Jadi lakukan apa yang disukai supaya pikiran tenang dan hati riang. Kalau saya, lebih banyak rebahan karena badan rasanya masih remuk redam akibat OPU, terlebih tidak mendapatkan pain killer dari dokter. Tapi tetap tidak full bedrest karena saya sendirian di rumah, jadi tetap harus melakukan segala sesuatu sendiri.

Satu hal lagi yang sangat penting, banyak berdoa… dan saya bersyukur, doa saya dijawab. Saya berhasil hamil dan saat ini usia putri saya 7 bulan.

Buat yang berencana mau program bayi tabung, semoga berhasil ya…

Share Button

Incoming search terms:

62 thoughts on “Pengalaman Program Bayi Tabung

  1. nissa utami

    hai mbak Ayu, saya Nissa dari RTV (Rajawali Televisi)
    saya Associate Producer program Bunda dan Buah Hati RTV yang tayang di hari Sabtu setiap jam 9 pagi di RTV dan dipandu oleh Ersa Mayori serta dokter Rizal, kebetulan saya sedang mencari bunda dan buah hati yang berhasil melakukan program bayi tabung

    memang agak mendadak, tapi semoga comment ini bisa terbaca sebelum tanggal 8 Mei besok, jika memang mbak Ayu ada di Jakarta dan bersedia menjadi bintang tamu narasumber di program Bunda dan Buah Hati untuk sharing soal bayi tabung ini terima kasih untuk kesediaannya menghubungi saya di 082210133027

    Terima Kasih mbak Ayu

    Reply
  2. Emma

    Hai mbak ayu salam kenal, tulisan ttg bayi tabungnya sangat membantu buat orng awam
    Oo iya mbak diatas dijelaskan bahwa ada makanan yg dianjurkan n tdk dianju4kan setelah ET minta dishare donk mbak mengenai itu
    Makasih mbak ayu selamat ya atas kelahiran buah hatinyaa

    Reply
    1. aaayua Post author

      Hai mba Emma, seingat saya makanan yang sebaiknya dihindari itu semua yang mengandung kafein (kopi, teh, coklat, dll) hingga paling tidak hamil 3 bulan, hindari alkohol dan merokok. Selain itu, jangan memberikan apapun yang panas ke perut, misalnya kompres panas, minyak kayu putih, dll. Hindari juga bahan-bahan kimia dan aktivitas fisik berat.

      Yang dianjurkan itu minum air putih hingga 3 liter per hari dan makan makanan tinggi protein, sayur, dan buah dengan kandungan vit. C tinggi. Itu aja sih kayaknya. Mudah-mudahan membantu ya…

      Reply
        1. aaayua Post author

          Salam kenal juga…
          Kalau untuk suami, tergantung kondisi suaminya sih, lebih baik diskusi dengan dokter.
          Dulu selain dengan dokter kandungan, suami juga diskusi dengan dokter spesialis andrologi.

          Reply
      1. Danar

        Salam kenal mbak Ayu

        Kenapa setelah OPU perut istri saya kok serasa besar dan kembung. Apakah ini pengaruh obat atau yang lain

        Terima kasih
        Danar

        Reply
        1. aaayua Post author

          Tiap orang bisa memiliki reaksi yg berbeda. Kalau saya setelah OPU, bagian perut bawah terasa nyeri. Setelah hampir 2minggu baru nyerinya mulai berkurang.

          Kalau terasa kembung, bisa karena obat, atau bisa juga akibat tindakan OPU itu sendiri. Untuk lebih pasti lebih baik konsultasi dgn dokter.

          Reply
  3. Desie

    Hai mba ayu slm kenal ya n slamat dah berhasil BT’nya. Yg mo sy tanya pas hari kebrpa mens tuh dimulai stimulasi indung telurnya? Makasi ya atas jwbannya…

    Reply
    1. aaayua Post author

      Hai mba Desie, waktu itu disarankan hari pertama mens kita bikin janji ketemu dokternya, hari kedua mens periksa awal, skrining, dan dibuatkan jadwal program. Kalau lolos skrining, malam itu juga langsung mulai stimulasi indung telurnya.

      Reply
  4. lis

    mba ayu. sharingnya sangat memotivasi saya untuk semangat ikut program BT krn sblmnya saya ragu dan takut, banyak contoh yg tidak berhasil.
    mba saya mau tanya, apakah sblmnya mba punya historis penyakit sehingga harus BT
    karena saya ada penyumbatan hidrosalping
    lalu, apakah pada waktu proses BT mba kondisinya bekerja atau tidak , karena kalo memang menyita waktu banyak sepertinya saya mungkin harus berhenti bekerja ya mba

    mohon info dan sarannya ya mba.

    Reply
    1. aaayua Post author

      Memang BT itu peluang berhasil hanya sekitar 35% (kalau ga salah ingat kata2 dokternya dulu). Terutama buat yang baru pertama kali. Biasanya peluang makin besar untuk yg program kedua, ketiga, dst.

      Jadi memang harus siap mental sih. Apapun bisa terjadi. Waktu itu memutuskan BT karena sperma suami sedikit. Sudah coba inseminasi tapi gagal.

      Kebetupan saya saat itu sudah berhenti bekerja selama 3 tahun. Awalnya kan ingin hamil alami, jadi berhenti kerja supaya bisa rileks dan banyak istirahat.

      Tapi ga harus berhenti kerja kok untuk program BT. Kalau sudah siap mental berhenti kerja sih gapapa. Tapi kalau berhenti karena terpaksa gara2 BT, nanti malah stres dan justru mengganggu programnya. Jadi diskusikan dengan suami dan pilih yg paling nyaman buat berdua.

      Reply
  5. nati

    Bisa minta alamat lengkap dokter atau rmh sakitnya mba? Tolong info no telp yg bisa dihub dan estimasi biaya yg sdh mba keluarkan. Sy perlu bgt mba..mohon bantuan infonya. Trm ksh

    Reply
    1. aaayua Post author

      Mba Nati, tinggal dimana? Saya di Jakarta dan program di RS Bunda.
      Coba klik link ini ya…

      Disana ada info promo untuk biaya program bayi tabung di Bunda dan nomor yang bisa dihubungi.
      Kalau dokternya disana banyak mba, silahkan dipilih yang cocok. Yang penting saat memilih dokter itu, mba nyaman diskusi dengan dokternya, jadi saat program juga tenang.

      Mudah-mudahan bisa membantu ya….

      Reply
  6. anatasia natalia

    wah.. selamat ya.. program bayi tabungnya berhasil.. aku juga mau berbagi sedikit buat yang di sby dan sekitarnya.. saya sukses juga bayi tabung.. saat itu 3 embrio yang berhasil didapat.. dengan kualitas excellence.. dan puji Tuhan aku berhasil menempel 1 dirahimku.. skr babyku usia 4 bulan.. buat yang mau mencoba bayi tabung jangan ragu.. berusaha berdoa dan positif thinking ya…

    Reply
      1. aaayua Post author

        Dulu suami sperma sedikit, saya juga ada masalah hormon.

        Kalau memang pasangan dan keluarga sudah sepakat dan setuju untuk BT, silahkan saja. Doa restu keluarga itu penting sekali. Deg-degan menurut saya wajar saja. Yang penting, mba dan suami percaya dan nyaman sama dokter yang menangani. Banyak-banyak berdoa dan yakinlah bahwa apapun hasilnya (baik berhasil maupun tidak) adalah yang terbaik buat keluarga mba saat ini.

        Saya tinggal di Jakarta mba, program di RS Bunda Jakarta.

        Reply
  7. sari

    Bunda sy sari usia 24 th menikah 8 bln yg lalu to suami sdh cek hasilnya azoospermia.sy disarankan untuk bt tp sy msih bngung persiapan apa sj yg hrus dilakukan trutama mental dan fisik.trmksh untuk berbagi pengalaman nya

    Reply
    1. aaayua Post author

      Mba Sari, apakah sudah cari second opinion atau baru ke satu dokter saja?

      Kalau saya, akan berusaha hamil secara alami dulu sebelum memutuskan bayi tabung. Apalagi mba baru menikah 8 bulan.
      Program bayi tabung itu adalah pilihan terakhir setelah berbagai cara saya coba. Silahkan baca tulisan ini.
      Ini cerita usaha yang dilakukan sebelum program bayi tabung.

      Kalaupun tetap mau BT, ini harus keputusan berdua, bukan salah satu, yang satunya ngikut aja.
      Karena untuk program pertama, kemungkinan berhasilnya hanya di bawah 35%. Jadi bener-bener harus siap mental.

      Kemudian tidak ada salahnya mulai mengubah pola hidup. Pilih makanan bergizi, rutin olahraga, perbanyak sayur dan buah.
      Kalau suami istri lebih sehat, tentu peluang berhasil BT juga lebih besar. Syukur2 saat mulai hidup sehat, tahu-tahu bisa hamil.

      Semoga berhasil ya mba… silahkan share disini kalau masih ingin diskusi

      Reply
      1. sari

        Mba ayu suami sy pertama sudah ke permata hati ktmu dr.andrologi dr.diki dsarnkan untuk BT krna hasil cek sperma azoospermia(tidak ada sel)mnrut beliau kemungkinan krna sumbatan lalu suami dan sy ke surabaya silioam dokter aucky jg menyarankan untuk BT.suami sudah cek hormon dll.maaf klo bunda dlu yg bermasalah siapa? Kami dan keluarga menyetujui untuk BT akhir tahun ini tp sy deg deg an proses nya.mksh bund

        Reply
  8. sari

    Mksih bnyk bunda untk motivasinya.semoga sy bs sprti bunda skrg yg sdh dpt omongan..bhgia brsma anak anak.sy tgl d yogyakarta bund

    Reply
  9. ine

    halo salam kenal mbak ayu, saya juga berencana ingin bayi tabung, saya sudah 8 thn menikah
    dan sudah mencoba terapi dan program dari tahun 2011, alhamdulilah belum berhasil mungkin belum saatnya, usaha saya terakhir di bulan maret tahun ini yaitu inseminasi di RS. Bunda Depok dan ternyata masih belum berhasil, saya sedang istirahat dahulu dan tdk melakukan pengobatan apapun berharap bisa tiba2 hamil alami
    hehehehe, kemudian dua bulan yang lalu saya kembali mencari cari lagi info tentang proses bayi tabung ini dan membaca berbagaimacam pengalaman dari bunda bunda yang juga melakukan bayi tabung, pengalaman mbak ayu juga membuat semangat saya tumbuh kembali dan ingin segera melakukan program ini, semoga nanti jikapun program bayi tabung ini saya lakukan saya memang sudah dipercaya untuk menjadi seorang ibu, aamin
    saya masih bingung akan melakukan program ini di mana, banyak melihat testimoni yang berhasil jadi kawatir karena harapannya pasti ingin berhasil hehehe, baiklah terimakasih mbak ayu pengalaman nya menginspirasi saya.

    Reply
    1. aaayua Post author

      Salam kenal juga…
      Benar mba, harus ikhlas… yang penting kan kita berusaha.
      Apapun hasilnya, pasti itu yang terbaik buat keluarga kita.

      Kalau masih bingung mau dimana, coba konsultasi dengan dokter-dokternya mba… ikuti aja insting mba, rasanya cocok dan sreg sama dokter yang mana. Kalau nyaman dan percaya sama dokternya, mudah-mudahan prosesnya juga lancar, walau hasil akhirnya tetap harus pasrah.

      Semoga berhasil ya…

      Reply
  10. Mustika

    slamat ya mbak ayu, untk bunda yg belum berhasil semoga cepat dapat malaikat kecil dan jgan pantang menyerah ya bunda.
    saya jga lagi hamil proses BT krna sudah 6 tahun saya menikah tpi saya program di penang,bukan tidk percaya dokter negara sendiri sih tpi biaya lumayan agak murah,makslum mbak klu wanita bnyak perhitunganya..hehehe
    mbak ayu skrang saya hamil 17 mggu tpi keluhan saya dari awal saya hamil perut bawah saya sering nyeri,gejala sperti itu ap tidak mmpengaruhi janin, trima ksih ya mbak ayu ats penglamanya..

    Reply
    1. aaayua Post author

      Selamat ya mbak atas kehamilannya… semoga lancar terus sampai kelahiran.

      Sudah diskusi dengan dokter tentang keluhannya? Saya bukan dokter, jadi ga bisa kasi saran medis. Tapi kalau saya sih akan sangat mengurangi aktivitas fisik. Dengarkan yang disampaikan tubuh kita, dia minta istirahat ya rebahan aja… dia minta gerak ya ikutin. Selama hamil saya belajar mendengarkan keinginan tubuh, jadi bergerak dan istirahat sesuai kebutuhan tubuh.

      Mudah-mudahan keluhannya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan ya…

      Reply
    1. aaayua Post author

      Salam kenal mba Susan,
      Tergantung mba, pakai short protocol atau long protocol. Kalau saya yang short protocol, program sekitar 2-3 minggu, tergantung tingkat kematangan sel telur. Setelah semua prosedur hingga embrio transfer selesai, tinggal menunggu sekitar 2 minggu untuk mengetahui berhasil hamil atau tidak. Kalau yang long protocol pastinya lebih lama waktunya.

      Mudah-mudahan jawaban saya membantu ya…

      Reply
  11. Joicr

    Salam kenal Mba,

    Saya jg lg program di Bunda, masih tahap suntik hormon.
    Ada pantangan atau anjuran utk makanan yg boleh atau tidak boleh selama suntik (sebelum OPU)? Klo boleh di share.
    Makasih sebelumnya.

    Reply
  12. Dewi

    Haloo mbak ayu,, salam kenal sy dewi
    Selamat ya mba atas keberhasilan program bayi tabungnya
    Mau tanya kemarin mbak di BIC programnya dengan dokter siapa ya??
    Dan kalau berkenan apa boleh sy minta alamat emailnya mbak ayu?

    Trims
    Salam buat si kecil

    Reply
  13. Dina Hamdani

    Salam kenal mba … Tanggal 31 Januari kemaren saya transfer embrio., dokter tidak memberi larangan atau pantangan soal makanan., tapi saya penasaran., menurut pengalam mba yang berhasil program bayi tabung., jenis makanan apa yang harus dihindari? Apakah boleh makan makanan pedas ?
    Kemaren saya makan makanan yang sedikit pedas dan minum sedikit teh., apakah itu akan berpengaruh ?
    Terimah kasih
    Best Regards
    Dina H.

    Reply
    1. aaayua Post author

      Salam kenal mba Dina,

      Seingat saya, jangan dulu konsumsi minuman yg mengandung kafein termasuk teh. Kalo sudah terlanjur ya gapapa, jangan terlalu dipikirkan ya… Tapi untuk berikutnya sebaiknya hindari dulu.

      Yang lain sih anjurannya makan bergizi aja. Soal pedas, kebetulan saya ga suka pedas. Mungkin yang penting pedasnya ga berlebihan ya…

      Reply
  14. Jeng Rini

    salam kenal mba…. sy ET tanggal 16 Februari, tgl 1 maret besok jadwal kontrol,,,,tapi engga ngerasa yang aneh2, cuma berasa cepat lelah, gampang mengantuk, nafsu makan bertambah, payudara sakit,perut bagian bawah kadang2 nyeri….apakah ini wajar mba? yang dulu mbak rasakan saat 2 mingu sesudah ET bagaimana mba?….doakan kabar gembira seperti mbak ya,,,bisa merasakan menjadi Ibu….. aamiin

    Reply
    1. aaayua Post author

      Berarti hari ini kontrol ke dokter ya?
      Amiiiin mudah2an dapat berita baik yaaaa

      Wajar2 aja kok. Aku juga setelah ET bawaannya pengen rebahan aja. Duduk kelamaan aja perut bawah sakit. Cuma ya dinikmati aja dan diikutin aja badan maunya apa.

      Reply
  15. Echa

    Semangat ibu2 yg ingin. Menjalankan batab..slm kenal dr sya echa disurabaya saya menikah dengan suami sdh 6 tahun.2 tahun lalu ikut program batab di rs siloam dgn dr auky hinting. OPU dpt 8 tlur…pas Et 2 ditanam sisanya 3 dibekukan…alhamdulilah hasilnya memuaskan 1 embrio menempel dirahim , sekarang anak ku sdh umur 13 bulan tumbuh sehat & pintar.. Tgl 1 maret kmrin aku ET lg ditanam 3 embrio ( embrio simpananku 2 thn lalu) hasil raport tgl 11 maret ..seperti biasaaa tetep deg deg kan….doakan ya ibu2……bagi ibu2 yg baru mau mencoba semangatt..kita hanya bisa berusaha Tuhan yg menentukan.

    Reply
    1. ria

      halo mbak Echa
      Tolong tanya di dr aucky berapa biayanya BT ?berapa lama ya prosesnya BT? apa kalau BT dari awal harus bed rest ? saya dari Malang, apa harus menginap di sby selama program BT? bisakah pp mlg-sby sewaktu program karena sy ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal.

      Reply
  16. Jeng Rini

    mba aaayua
    Alhamdulillah raportnya Positif….

    saat ini hari ke 27 sestelah ET, perut semakin besar, namun belum mual2 mba, namun nafsu makan sudah berkurang, rasa dilidah mulai kehilangan kepekaan rasa tapi tidak sampai mual. apakah ini wajar mba? renc bsk jadwal kontrol lagi…. mba untuk meyakinkan bahwa kehamilan ini masih aman2 saja bagaimana caranya ya? sy sih tidak ada flek, dan tidak pernah naik turun tangga. setiap hari makan sayur, buah, kacang hijau, susu anmun. BB sdh melar banget hehe….

    Reply
    1. aaayua Post author

      Wah senangnya…. Selamat ya Jeng Rini, semoga kehamilannya lancar dan dedeknya lahir sehat selamat.

      Wajar-wajar aja kok. Tiap orang beda-beda. Ada yang mual sampai ga bisa makan, ada yang ga mual sama sekali. Yang penting jangan terlalu dipikirin. Selalu berusaha jaga kehamilan dengan makan makanan dengan gizi seimbang disertai aktivitas fisik secukupnya. Kalau ga ada keluhan, mudah-mudahan aman aja kok.

      Selamat menikmati jadi ibu hamil yaaaa

      Reply
  17. Nunung

    Makasih sharingnya ttg bayi tabung.
    Saya saat ini sedang menjalani program bayi tabung. Senin, 4 April kemarin dilakukan embrio transfer, 2 embrio yg ditransfer.
    Nah sehari setelah ET yaitu kemarin ada sedikiit skl flek. Lalu saya jg mengalami susah BAB. Gimana, mbak dulu mengalami spt itu apa gak? Makasih sebelumnya.

    Reply
    1. aaayua Post author

      Dear mba Nunung,

      Saya ga mengalami flek sih. Tapi tiap orang kan beda2 ya… Berpikir positif aja dulu. Kalo khawatir, hubungi dokternya ya, tanya langsung.

      Kalau susah BAB coba tambah porsi sayur dan buahnya. Mudah2an jadi lebih lancar…

      Reply
      1. Maya sari

        Mba ayu…
        Salam kenal…
        Saya Maya, saat ini sy dan suami ambil Program IVF dgn dr. INDRA juga mba, baru 3kali pertemuan, Kami udh cek Hormon, dll. Suami cek Sperma, hasil na Oligo ( sperma sdikit). Saat ini sy masih tahap memantau Sel Telur yg saya miliki. Karena AMH ku rendah, jd sel telur ku sgt sedikit mba. Insyaallah dr. InDRA bilang Haid nanti H2 dtg lg cek telur.
        Ya Allah.. mudah2an dr. INDRA bs membantu Kami dlm memiliki keturunan. Amin

        Reply
  18. maharini sari

    Mba ayu,,,,senangnya,,,,
    semoga kami juga segera dianugerahi keturunan oleh Allah SWT

    Aku sdh smp tahap gonal sesi 3 dan cetrotide mau yg ke-5
    kmrn cek telur aku belum terlalu besar,,,,iringi olahraga 30 menit tiap hari info dokternya spy cepet besar telurnya

    Ini program BT aku yg ke 2,,,,
    sebelumnya di yasmin kencana msh gagal
    sekarang di BIC JKT dg dr. Anggia

    Usia aku sdh 37 thn,,,
    wish me luck yah mommies,,,,

    Reply
  19. Jeng Rini

    semangat untuk mba Nunung dan mba maharini,
    saya doakan semoga hasil nya POSITIF….
    selama proses ikhtiar jangan lupa berpasrah diri dan berdoa, serahkan semua kepadaNya
    Saya termasuk yang berjuang seperti mbak2 semua, dan saat ini usia kandungan sudah 11 minggu, kondisi saat ini sedang mual2 parah, tiap pagi dan sore
    usia saya skr 35 thn, alhamdulillah Kembar janinnya, jadi semangat selalu ya….
    @ mba Nunung, sy dl engga ada flek, untuk susah BAB sy rajin minum air putih, terutama pagi hari pas bangun tidur, rajin makan buah dan sayur…
    @ mba maharini, beda sedikit dg usia saya mba, jika sel telur kurang besar, coba minum jus 3 diva mba. wortel+tomat+apel…. sama madu kesuburan, dijamin sel telur akan matang2….

    Reply
    1. wiwit

      @jeng rini, salam kenal ya saya wiwit,apa bisa minta no telpnya .Saya baru mau mulai program BT nya, saya ingin tanya2 ttg program BT sama jeng rini.makasih sebelumnya

      Reply
  20. aliansyah

    aslm.. jeng rini…..boleh minta no hp nya..ato pin bb..saya mau juga rencana ikut program bt tahun ini….mkash… ya bund…

    Reply
  21. Maryce Agisthinus Walukou

    Salam kenal mbak ayu. Trima kasih atas shering pengalamannya.
    Nama saya Iche, saat ini sy msh proses menunggu jadwal ET yg ditunda sampai bln Nov. 2016 krn hormon sy yg tinggi (hiperstimulasi). Selama penyuntikan Gonal F, sy juga melakukan olahraga slama 30 menit setiap pagi. Tp krn reaksi tubuh, tetap jg terkena hiperstimulasi.
    Wish me luck sprt mbak Ayu..

    Reply
  22. Putri VZ

    Halo Mba Ayu, salam kenal nama saya Putri umur saya 32 tahun, sudah 3 tahun menikah belum dikarunai anak. Kebetulan memang suami juga ada masalah, spermanya tersumbat di buah zakarnya karena pernah kena kecelakaan. Kata dokter satu2 nya jalan kami harus menjalani BT. Saya juga ada kista jadi bulan mei lalu sudah menjalani laparoskopi di BIC dengan dokter Irham untuk keluarin semu kistanya. Sekarang saya lagi suntik tapros uda 3 bulan dan sedang tunggu sampai datang bulan lagi.
    Saat ini saya lagi persiapan mental dan fisik untuk mulai BT nya dan juga cari2 info supaya proses BT berhasil. Karena inginnya BT pertama langsung berhasil. Klo boleh tau Mba Ayu proses BT yg keberapa kali ya baru berhasil? Atau yg pertama langsung berhasil? Karena yg saya baca2 kesempatan untuk berhasil sekitar 40-45 persen untuk yg berusian di bawah 35 tahun. Dan saya baca juga banyak yg berhasil BT setelah coba kedua atau ketiga kali. Aga down juga baca info itu mba. Makanya saya lagi mau persiapin diri supaya bisa berhasil yg pertama kali coba. Terima kasih sebelumnya Mba.

    Reply
    1. aaayua Post author

      Hai putri…
      Saya bersyukur program pertama langsung berhasil. Padalah saya sudah pasrah banget saat itu dan usia 34 tahun.
      Benar banyak yang berhasil di program kedua dan ketiga. Makanya benar-benar harus siap mental supaya tidak kecewa berkepanjangan kalau pada program pertama belum berhasil.

      Dulu saya sama dr. Indra malah dibilang kemungkinan berhasilnya hanya 35% hehe…
      Mungkin karena sudah 7 tahun menikah, dulu saya bener-bener pasrah. Kalaupun belum berhasil, ya mungkin jalannya memang begitu.

      Pokoknya kalau jadi jalanin program, harus siap dengan segala kemungkinan hasilnya ya…
      Good luck!

      Reply
  23. Anggi

    Selamat siang mba ayu, selamat atas kebethasilannya..
    aku mau coba konsultasi dengan dr ivan sini di bic namun sebelum ke beliau disarankan untuk bertemu dengan tim nya… Akhirnya aku mau coba bertemu dengan dr indra, menurut mba ayu yg sdh pernah dengan dr indra apakah komunikasi nya mudah? Pengalaman dengan beberapa dokter belum ada yg pas..

    Reply
    1. aaayua Post author

      Hai Anggi,

      Komunikasi dengan dokter itu cocok-cocokan sih ya. Aku kebetulan ngerasa cocok dengan dr. Indra.
      Jawab pertanyaannya cukup jelas. Bisa ditelpon ke hp kalau ada emergensi, dan ngomongnya blak-blakan…
      Coba aja konsultasi dulu biar tau cocok atau ga.
      Semoga semua berjalan lancar yaaaa

      Reply
  24. dewi

    Salam kenal bunda2 semua…Aq jg termasuk pasien BIC Morula dgn dokter Anggi, semangat utk bunda2 yg sedang dlm proses BT semoga semua dpt hasil sesuai harapan Amin, sy program pertama th 2011 dgn embrio 12, anaku skrg usia 4 th dan 2 th, dan saat ini aq p
    Persiapan fet yg ke 3….utk bunda2 semua tetap semangat yach

    Reply
    1. eulis rj

      Selamat buat mom yg berhasil
      @ mba dewi senengnya udah berhasil mba saya kemaren gagal BT dgn fresh embrio skrg mo mencoba frozen embrio apa dgn frozen peluang lbh besar dan minta sarannya apa aja yg harus d makan dan apa ada treatment tertentu? Makasih jawabannya
      @mba ayu mo tanya doong berapa biaya BT d bic dan obat setelah transfer embrio makasih

      Reply
  25. Priscilla Tjitra

    Mbak… apakah dalam program bayi tabung dari awal sampai akhir itu ada merasa sakit? Kalau iya pas bagian apa dan apakah sakit banget? Tolong share pengalamannya.

    Saya Priscilla, umur 29 tahun, sudah menikah 2 tahun. Ovulasi saya kurang sempurna jadi susah hamil. Mgkn mau coba bayi tabung next year sebelum semakin berumur dan persentase keberhasilannya menurun.

    Thank you! Sharingnya bermanfaat sekali. Saya jadi ada gambaran seperti apa prosesnya.

    Reply
    1. aaayua Post author

      Hai mba priscilla…
      Sakit itu relatif ya. Saya ngerasa jalaninnya lumayan lancar sih. Paling nyeri akibat efek dari prosedur OPU aja yg agak lumayan, karena waktu itu ga dikasi pereda nyeri oleh dokter. Tapi buat saya nyerinya ga terlalu mengganggu.

      Mudah2an programnya tahun depan lancar yaaa

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *