Gula Untuk Kesehatan

gula untuk kesehatanGula adalah bahan makanan yang disukai semua orang, tua muda, miskin kaya. Banyak yang bilang, kalau lagi stres, maka makanlah yang manis. Hati lebih tenang stres pun hilang. Atau istilah kerennya, makanan manis itu comforting food. Saat bulan puasa pun sering kita dengar himbauan “berbukalah dengan yang manis”. Supaya manis, pastinya pakai gula dong. Tak heran sebagian besar makanan kita pasti mengandung gula.

Jadi sebenarnya, gula itu baik atau tidak untuk kesehatan? Continue reading

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

tekanan darah tinggiTekanan darah tinggi atau hipertensi biasa datang tanpa gejala. Tanpa disadari, penderita sudah divonis menderita tekanan darah tinggi karena hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan demikian. Jika tak dirawat dan dikendalikan secara serius, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan resiko datangnya beberapa penyakit lain yang berakibat lebih fatal seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, bahkan kerusakan ginjal. Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (2)

hidup bersama epilepsiSeperti yang sudah saya sampaikan pada posting sebelumnya (klik disini), hidup bersama epilepsi itu bukanlah hal yang mudah. Namun saya percaya, Tuhan memberikan tantangan dalam hidup bukan untuk menjerumuskan, melainkan mengasah kemampuan kita supaya bisa hidup lebih baik dan lebih berkualitas. Betul kan?

Memang apa sih hikmah di balik epilepsi ini? Continue reading

Hidup Bersama Epilepsi (1)

epilepsiBukan hal yang mudah menerima kenyataan kalau anak tersayang didiagnosa Epilepsi. Saya beruntung tinggal di Jakarta dengan banyak pilihan dokter anak konsultan neurologi (saraf) yang bagus. Saya juga beruntung hidup di jaman internet sehingga informasi mudah sekali didapat. Jadi bisa belajar banyak tentang bagaimana menghadapi epilepsi.

Walaupun sudah banyak belajar, baca berbagai buku, baca cerita sharing pengalaman di berbagai blog dan forum, tetap saja hidup dengan epilepsi itu tidak mudah. Continue reading

Diet Ketogenik Pada Epilepsi

diet ketogenikSalah satu terapi alternatif untuk penderita epilepsi yang diterima kalangan medis adalah diet ketogenik. Diet ini bekerja dengan memanipulasi proses kimia dalam tubuh melalui diet super ketat. Diet ini sudah ada sejak tahun 1920an dan menjadi terapi yang paling efektif dalam mencegah kejang pada anak penderita epilepsi. Namun sejak obat anti kejang semakin mudah didapat pada tahun 1940an, diet ketogenik tidak lagi menjadi pilihan pertama terapi bagi penderita epilepsi, bahkan semakin jarang direkomendasikan oleh dokter. Continue reading

Tes EEG pada Epilepsi

eeg pada kejang epilepsi
Bila anak anda pernah mengalami kejang lebih dari satu kali, baik kejang demam maupun kejang tanpa demam, pasti pernah diminta untuk melakukan tes EEG oleh dokter. Shita juga diminta melakukan tes EEG karena kejang tanpa demam berulang kali. Bahkan hingga saat tulisan ini dibuat, Shita sudah 4x melakukan tes EEG. Sebenarnya apa sih EEG? Seberapa penting melakukan EEG tersebut? Continue reading

Kurus Langsing Setelah Melahirkan

kurus menurunkan berat badanKembali kurus langsing singset adalah masalah klasik ibu-ibu yang baru melahirkan, ibu-ibu menyusui, bahkan ibu-ibu yang anaknya sudah umur 5 tahun!! Saya juga sempat mengalami hal yang sama dengan banyak sekali ibu-ibu di seluruh dunia (hehe… rada lebay).

Sebenarnya bobot saya tidak naik terlalu banyak saat hamil, lebih banyak disedot dedek bayi di perut. Sampai-sampai disuruh diet gula sama pak dan bu dokter, supaya dedek bayi tidak terlalu berat dan saya sukses melahirkan secara normal.

Seperti apa diet gula?  Continue reading

Tongue Tie dan Lip Tie

tongue tie dan lip tie pada bayiSejak Shita usia 1 bulan, dokter anak yang menangani Shita, dr. AAA Indah Pratiwi, selalu mengatakan kalau penambahan berat badan Shita kurang banyak. Padahal frekuensi menyusui cukup, tiap 2-3 jam sekali. Buang air kecil juga cukup, 6-8 kali sehari. Shita juga sangat-sangat aktif. Sudah bertemu konselor laktasi juga, dinilai posisi pelekatan saat menyusui (latch on) sudah bagus. Hanya diajari pijat payudara supaya produksi ASI lebih lancar. Makanya tidak pernah khawatir berlebihan. Tapi karena dr. Iin rajin mengingatkan, lama-lama kepikiran juga. Maklumlah anak pertama, anak yang ditunggu-tunggu pula. Continue reading